Jumlah Korban Gempa di Halmahera Selatan Terus Bertambah

12
124

Maluku Utara, NAWACITA- Gempa bumi bermagnitudo (M) 7,2 di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Minggu 14 Juli 2019 lalu, Jumlah korban meninggal terus bertambah. Sampai hari ketujuh pascagempa, sudah 10 warga meninggal. Perinciannya, tiga saat kejadian dan tujuh di lokasi pengungsian.

Bahkan hingga saat ini, gempa susulan masih kerap terjadi hingga membuat warga tetap bertahan di tenda-tenda pengungsian yang tersebar di hutan dan pegunungan. Kondisi para pengungsi juga mulai banyak yang jatuh sakit karena sulitnya akses untuk mengantar distribusi ke pengungsian.

Salah satu korban meninggal di pengungsian yakni Nurul Safar (63) warga Tomara. Korban diduga meninggal akibat penyakit stroke yang dideritanya. Selama di pengungsian, almarhum minim perawatan medis dan hanya mengandalkan pengobatan tradisional.

“Ibu saya punya sakit stroke, waktu kejadian gempa kami evakuasi. Almarhum kami naikkan ke gerobak dan kami cari tempat aman di gunung. Sejak itu kondisinya terus menurun,” Rugaya, anak almarhum, Senin (22/7/19).

Wakil Bupati Halmahera Selatan Iswan Hasjim mengatakan, sebanyak 73 desa di 10 kecamatan masuk dalam status tanggap darurat. Sementara empat yang lokasinya di pesisir rencananya akan direlokasi. Keempat desa itu yakni Desa Pasipalele, Papaceda, Lemo-Lemo dan Desa Yomen.

“Saya sudah turun lapangan langsung, warga setempat yang meminta untuk direlokasi karena merasa tak aman,” katanya.

Berikut identitas 10 korban meninggal saat gempa M 7,2 maupuan sepekan pascagempa di Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Meninggal di Pengungsian

Nurul Safar (63/P) warga Tomara,Yocua Ibrahim (45,LK) warga Desa Tagea, Leonora Kastela (63/P) warga Desa Kuo,Saimah (90/P) warga Desa Nyonyifi,Idrus (46,LK) warga Desa Gane Luar,Sagaf Girafo (50/LK) warga Desa Yomen,Dasra Umar (48/) warga Desa Cango

Meninggal saat gempa

Asfar Mukmat (21/LK) warga Desa Gane Dalam,Aina Amin (58/P) warga Desa Gane Dalam,Wiji Siang (63/P) warga Desa Gane Luar.

 

Comments are closed.