Batieli Baene: Ada Nama yang Bisa didorong Jadi Ketum HIMNI

1
167

Jakarta,NAWACITA-Bursa calon ketua umum HIMNI yang akan dipilih di Munas ke-5 di Bogor nanti,semakin ramai jadi bahan perbincangan. Salah satunya dari Betieli Baene, mantan ketua DPD HIMNI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Nazara untuk masa kepengurusan 2018-2022 melalui MUSDA pertama.

Batieli mengaku kepemimpinan Marinus Gea,Ketua Umum HIMNI sekarang, masih dibutuhkan satu periode lagi. Hal itu sesuai dengan pengamatannya. Tapi jika Marinus merasa cukup satu periode, Batieli memastikan banyak kader HIMNI yang ada dipusat sudah dikenal oleh DPD dan DPC, dan bisa dipersiapkan untuk estafet kepemimpinan yang akan datang.

“Dari bincang bincang warung kopi dengan beberapa pengurus di DIY ini ada nama  yang sangat familiar dan boleh didorong jadi ketum yang akan datang,”kata Batieli.

Kehadiran HIMNI di Jogja sendiri pada awalnya menjadi bagian dari DPD Jawa Tengah dan berlangsung selama satu periode kepengurusan DPD Jawa Tengah yang diketuai oleh Etika Halawa. Hal ini terjadi karena awalnya organisasi lokal Ono Niha yang sudah ada di DIY diharapkan sekaligus menjadi pemegang mandat pembentukan DPD HIMNI DIY.  Namun karena pro dan kontra diantara anggota yang belum mendapatkan info lengkap tentang kehadiran HIMNI, DPP HIMNI tidak memberi mandat.

Melihat kondisi ini, Faigiziduhu Ndruru sebagai Ketua Kominfo DPP HIMNI mengontak beberapa tokoh masyarakat Nias di Jogja dan datang langsung ke Jogja untuk sosialisasi dan menjelaskan perihal hubungan HIMNI dengan organisasi lain. Intinya, HIMNI hadir bukan untuk menghilangkan organisasi yang sudah lebih dulu ada tapi justru memperkuat dan jadi mitra strategis.

“Karena HIMNI bukan membawahi dan tidak dibawahi oleh organisasi ono niha lainnya,”kata Batieli mengutip Faigiziduhu Ndruru .

Menyongsong Munas HIMNI 2019 di Jakarta,Batieli berharap HIMNI lebih efektif lagi menyosialisasikan HIMNI di beberapa provinsi dan kabupaten kota yang belum ada. Caranya dengan komunikasi yang efektif sehingga masyarakat Nias disuatu tempat lebih mudah menerima mandat pembentukan DPD maupun DPC.

“Saya berharap, pengurus baru nanti perlu membuat program khusus. Sebab di DIY ini kebanyakan ono niha adalah mahasiswa dari berbagai tingkatan. Diharapkan kedepan peran HIMNI dapat mendorong mereka menjadi sumberdaya manusia yang mampu bersaing dengan sumberdaya manusia Indonesia secara umum,”pungkas Batieli.

Comments are closed.