Terungkap Identitas Mahasiswa yang Tewas dijurang Cemorosewu

7
257

Yogyakarta, NAWACITA- Sesosok mayat berselimut ditemukan tergeletak di lereng jurang Cemorosewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (12/7) lalu.

Dari hasil identifikasi, identitas mayat berselimut tersebut merupakan mahasiwa di Yogyakarta yang menjadi korban penculikan.Hal ini diungkapkan Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai.

“Sudah teridentifikasi setelah kita melakukan koordinasi dengan Polda DIY. Korban adalah mahasiswa di Yogyakarta,” ujar Riffai.

Diketahui jasad mahasiswa itu diperkirakan sudah berada di jurang lebih dari empat hari.Penemuan identitas mayat berawal dari upaya Kepolisian Resor Magetan yang menyebarluaskan ciri-ciri korban.

Polda DIY yang menerima laporan adanya kasus penculikan mahasiswa dari Timor Leste lalu mengecek ciri-ciri korban yang ternyata identik dengan jasad tersebut.

“Respons dari Polda DIY di sana ada kasus penculikan. Polda DIY kemudian bekerja sama dengan kita dan korban identik dengan korban laporan penculikan,” terang Riffai.

Sebelumnya, mayat pria tersebut sudah dalam kondisi sulit dikenali.Mayat laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik warung di kawasan tersebut.

“Saya tahu ada mayat di jurang, saat mau buka warung. Saya mencium bau bangkai yang sangat menyengat dan begitu dekat. Langsung saya telusuri, ternyata ada mayat terbungkus selimut dan hanya kelihatan kakinya,”kata Joni, pemilik warung di Cemorosewu, kepada Surya, Jumat (12/7).

Setelah menemukan mayat itu, Joni melapor ke pos pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu di Cemorosewu. Dari sana, laporan dilanjutkan ke Polsek Plaosan dan BPBD Kabupaten Magetan.

Joni menyebut, selain laki-laki, ciri-ciri mayat lainnya adalah mengenakan celana pendek dan kaus hitam.

“Kemungkinan mayat itu dilempar dari mobil, karena ternyata tidak masuk jurang. Kemudian di tendang-tendang . Karena ada bekasnya rumput yang tidur,”kata Joni.

 

Comments are closed.