Terkait Foto Presiden, Polisi Tetapkan Guru Les Jadi Tersangka

48
234
Terkait Foto Presiden, Polisi Tetapkan Guru Les Jadi Tersangka

Koja, NAWACITA- Pihak kepolisian telah menetapkan guru les yang mengusulkan untuk tidak memasang foto presiden dan wakil presiden di sekolah, Asteria Fitriani, sebagai tersangka kasus ujaran kebencian di media sosial, Kamis (11/7).

Diketahui, usulan Asteria itu dibagikan di akun Facebook pribadinya pada 28 Juni 2019 dan menjadi viral di berbagai media sosial.

Dikutipdari Kompas.com, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto mengungkapkan alasan Asteria membagikan usulannya tersebut melalui unggahan di Facebook.

Budhi menjelaskan, Asteria membuat unggahan itu karena masih terbawa emosi pasca-pemilu 2019.

Yang bersangkutan terpengaruh dengan lingkungan sekitar, terutama kondisi pasca-pemilu, dia masih terbawa emosi, sehingga belum bisa menahan dirinya sehingga melakukan posting-an tersebut,” kata Budhi di kantornya, Kamis.

Diketahui, Asteria ditangkap pada Selasa (9/7) atas laporan dari seorang warga berinisial TCS pada 1 Juli 2019 lalu.

“(Ditangkap) di tempat les, bimbingan belajar daerah Koja,” ucap Budhi.

“Atas peristiwa tersebut kami berpendapat bahwa terhadap tersangka Asteria patut diduga telah melakukan pelanggaran pidana baik Undang Undang ITE maupun Undang Undang hukum pidana,” kata Budhi.

Asteria, dalam unggahan di Facebooknya dianggap telah menyebarkan ujaran kebencian, menyiarkan berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran, menghasut supaya tidak menuruti peraturan perundang-undangan, dan menghina sesuatu kekuasaan yang ada di Indonesia.

Budhi menjelaskan, penetapan tersangka atas Asteria ini juga sudah berdasarkan keterangan dari para ahli.

“Baik itu ahli ITE, ahli bahasa, ataupun ahli pidana. Bahwa postingan yang disampaikan itu masuk dalam kategori tersebut,” ujarnya.

Asteria dianggap telah melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 a ayat 2 Undang Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE jo Pasal 14 ayat 1 atau ayat 2, atau Pasal 15 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Asteria juga dikenakan pasal 160 KUHP atau pasal 207 KUHP.

Hal ini membuatnya terancam hukuman maksimal enam tahun penjara atau denda maksimal Rp 1 Miliar.

Untuk diketahui, berikut ini isi unggahan Asteria yang membuatnya harus mendekam di penjara:

“Kalau boleh usul, di sekolah-sekolah tidak usah lagi memajang foto Presiden dan Wakil Presiden, turunin aja fotonya.

Kita sebagai guru nggak mau kan mengajarkan anak-anak didik kita tunduk, mengikuti, dan membiarkan kecurangan dan ketidakadilan.

Cukup pajang foto Goodbener kita aja, Gubernur Indonesia, Anies Baswedan,” tulis pemilik akun dalam tangkapan layar yang tersebar luas di media sosial.

 

 

 

 

Comments are closed.