Detik-detik Evakuasi Bocah 3 Tahun, dikeluarkan dari Paku Bumi

1
139

Palembang, NAWACITA- Video berisi tayangan detik-detik evakuasi bocah laki-laki berusia tiga tahun yang terperosok ke lubang paku bumi sedalam 32 meter viral di media sosial.

Video itu turut diunggah oleh akun Instagram @palembangterkini, Rabu (10/7) malam.

Dalam video tampak Tim Basarnas yang juga dikelilingi oleh kerumunan warga di sekitar lubang paku bumi.

“Pelan. Tangan kau jangan di situ,” terdengar suara seseorang saat video menunjukkan tangan para anggota Basarnas menarik tali.

“Tarik terus, mundur,” kata yang lain.

“Tahan pak. Tenang Pak ya,” ucap yang lainnya lagi.

Setelahnya, seorang anak kecil berbaju kuning tampak keluar dari dalam lubang.Bocah tersebut tampak tak sadarkan diri.

Bocah tersebut lantas digendong ke ambulans untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Allahu Akbar,” kata seseorang di sana.

Terlihat pula seorang pria yang diduga sebagai paman korban menangis sambil memasukkan sang bocah ke dalam ambulans.

Berdasarkan keterangan video di akun tersebut,dijelaskan, bocah tersebut bernama Kahfi Al Ahzam (3).

Kahfi terperosok ke dalam lubang paku bumi sedalam 32 meter di area Pelabuhan Tanjung Api Api, pada Rabu, pukul 15.00 WIB,Namun, Basarnas Palembang mendapat informasi itu sekitar pukul 15.30 WIB.

Saat mengetahui kabar tersebut, Kepala Basarnas Palembang, Berty DY Kowaas melalui kasi operasinya Benteng Telau langsung memberi respons.

Dia memerintahkan 8 orang personel untuk menuju lokasi kejadian guna melakukan proses evakuasi.

Disebutkan bahwa korban yang merupakan warga Pangkal Pinang, Bangka Belitung ini sedang menunggu jadwal keberangkatan kapal untuk menuju ke Bangka.

Sang bocah berhasil dievauasi pada 17.25 WIB dengan cara mengaitkan korban menggunakan besi yang dikaitkan dengan tali.

Sementara itu dikutip dari Kompas, Kahfi akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Myria Palembang.

“Kondisinya waktu korban masih tidak sadarkan diri, karena kehabisan oksigen. Sempat dirawat di rumah sakit, tapi meninggal,” kataKepala Basarnas Palembang Berty DY Kowaas, saat dikonfirmasi, Rabu.

 Berty menuturkan, evakuasi korban sempat mengalami kesulitan lantaran diameter lubang yang sempit, sehingga tidak memungkinkan petugas Basarnas turun ke dalam lubang.

“Setelah dilakukan upaya cara lain, korban berhasil diangkat. Lokasi itu merupakan lubang paku bumi,” ujar dia.

 

 

 

Comments are closed.