Jakarta, NAWACITA- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dituntut oleh seorang warga asal Karawang, Jawa Barat, lantaran memasang tiang base transceiver station (BTAS) tanpa izin sang pemilik. Dalam tuntutan yang diajukan ke Pengadilan Negeri Karawang itu, penggugat bernama Sigit Setiawan yang merupakan seorang pengusaha dan juragan tanah meminta Telkom membayar denda sebesar Rp600 juta.

“Waktu itu mereka memasang tiang dan panel tanpa izin saya selaku pemilik tanah,” jelas Sigit seperti dikutip dari detik.com, Rabu (10/7).

Sebagai informasi, Telkom memasang 30 tiang dan panel BTS di atas tanah yang berlokasi di Jalan Wirasaba, Karawang, Jawa Barat. Dalam persidangan yang berlangsung pada Selasa (09/7) kemarin, Telkom mengklaim bahwa BTS tersebut dibangun di atas tanah milik negara.

Namun, hal itu dibantah oleh Sigit. Ia menegaskan, tanah tersebut adalah miliknya yang dibeli pada tahun 1987 silam. Ia mengatakan, tanah seluas 5X12 meter persegi itu seharusnya dapat ia manfaatkan sebagai gudang, namun hal itu terkendala oleh adanya tiang dan panel BTS milik Telkom.

 

Baca juga :  TNI dan Rakyat Cegah "Human Trafficking" dari Perbatasan RI-Timor Leste

Comments are closed.