Kasus Penembakan Pos Polisi di Siluwok Masih Diselidiki

13
281

Kulonprogo, NAWACITA – Kasus penembakan Pos Polisi (Pospol) Siluwok di jalan nasional Wates-Purworejo, Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, DIY, Kamis Hari ini, mendapat perhatian serius dari Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution. Dia langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan.

AKBP Anggara Nasution mengatakan, dari proyektil yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku diduga menggunakan senjata air gun, bukan airsoft gun.

“Dari hasil peninjauan ada pecahan kaca dan gotri. Diduga senjata yang dipakai adalah air gun,” kata Kapolres usai meninjau kondisi Pospol Siluwok.Kamis, (4/7).

Kapolres menjelaskan, senjata air gun berbeda dengan airsoft gun. Air gun menggunakan CO2 atau karbon dioksida sehingga tekanannya lebih besar. Sedangkan airsoft gun lebih lunak dan tidak mematikan.

“Ada retakan kecil, tetapi agak luas, ini menunjukkan ada kekuatan besar,” ujar Kapolres.

Penyidik saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif penembakan pospol itu, apakah hanya iseng atau ada motif tersendiri. Polisi akan melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari saksi dan melakukan pengecekan dari kamera CCTV. “Ada beberapa CCTV yang akan kami pelajari,” ujar Kapolres.

Pos Polisi Siluwok yang terletak di Jalan Nasional Wates-Purworejo, tepatnya di Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo ini diserang oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor.

Pelaku awalnya datang dari arah Purworejo ke arah timur. Sekitar 200 meter usai dari pospol, mereka balik ke arah barat. Saat melintas di depan pos pol inilah pelaku yang menggunakan jaket hitam tanpa helm menembakkan air gun dan mengenai kaca bagian depan.

“Saat itu saya ada disini, dan terdengar bunyi prakk keras,” ujar Marsono, saksi yang berada di belakang pos.

Penembakan ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, saat saksi yang berprofesi sebagai tukang ojek tengah menanti penumpang. Saat itulah saksi memberi tahu warga lain dan menemukan ada lubang di kaca.

Kejadian ini baru disampaikan kepada petugas jaga pos pada siang harinya dan diikuti dengan olah TKP. Hasilnya, petugas menemukan sebutir proyektil berupa gotri. Proyektil ini ditemukan sekitar 5 meter di sisi barat pospol.

 

Comments are closed.