Dalam 1-2 Minggu Penularan Hepatiis A Teratasi

1
101

Surabaya, NAWACITA – Wabah Hepatitis A di Jawa Timur telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Dinkes Jatim targetkan penularannya berhenti dua pekan lagi

Kepala Dinkes Jatim Kohar Heri Santoso mengakui, wabah Hepatitis A di Pacitan terbilang tinggi. Hingga saat ini ada 975 pasien yang terjangkit. Wabah penyakit menular itu juga merambak di Trenggalek. Namun tidak sebanyak di Pacitan.

“Hepatitis A di Kabupaten Pacitan memang melonjak cukup tinggi dan memenuhi kriteria untuk KLB sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan 1501 tahun 2010,” kata Kohar di Kantor Dinkes Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (3/7).

“Sedangkan di Trenggalek kemarin kami sudah lihat ke sana kalau secara kesatuan epidemiologinya itu karakternya sama karena daerahnya yang berdekatan. Kemudian masyarakat juga berinteraksi, kemudian juga waktunya juga bersamaan. Tapi jumlahnya sebenarnya tidak melonjak seperti yang di Pacitan,” imbuhnya.

Untuk mengatasi penularan Hepatitis A, menurut Kohar ada berbagai cara yang telah dilakukan. Namun ia menegaskan, upaya awal yang penting dilakukan yakni menata laksana pasien agar bisa sembuh dan tak menular.

“Upaya kita yang sudah kita lakukan adalah menata laksana dari pasien supaya tertangani dengan baik dan juga tidak sampai lebih parah. Dan yang pertama tidak menjadi pencemar bagi yang lain,” papar Kohar.

“Kemudian kita juga sudah melakukan penyelidikan epidemiologi kepada masyarakat mencari data terjauh persebarannya untuk memotong mata rantai,” tambah Kohar.

Dari upaya-upaya ini, Kohar menyebut sudah ada perkembangan. Terlebih dalam tiga hari terakhir, penularan Hepatitis A sudah menurun. Kohar menargetkan dalam dua minggu ke depan, penularannya sudah berhenti.

“Alhamdulillah perkembangannya positif dalam beberapa hari yang lalu. Jumlah yang sakit masih bertambah dengan banyak sekarang 3 hari terakhir sudah melandai. Insya Allah dalam kurun 1 atau 2 minggu ke depan sudah teratasi penularannya,” pungkasnya.

Comments are closed.