Wiranto Tidak Mau Ada Proyek Mangkrak di Pombawe Sulteng

1
151

Sulteng, NAWACITA- Menkopolhukam Wiranto tak mau proyek pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban gempa di Sulawesi Tengah, mangkrak.

Hal tersebut diperingatkan Wiranto saat melakukan peletakkan batu pertama pembangunan huntap bagi korban bencana gempa di Pombewe, Sigi, Sulteng, Senin (1/7).

“Kita akan laksanakan acara peletakkan batu pertama. Nah ini jangan sampai kita ikut-ikutan yang dulu ya peletakkan batu pertama acaranya bagus dan megah habis itu berhenti, istilahnya mangkrak,” kata Wiranto.

Wiranto mengatakan peletakkan batu pertama sebuah proyek pembangunan pascabencana harus dijadikan momentum. Ia pun berharap agar para pengusaha dan sumber daya manusia lokal dilibatkan dalam proses pembangunan huntap. Dengan cara tersebut, ia yakin bisa turut membantu menghidupkan kembali roda ekonomi di daerah tersebut.

Wiranto menyatakan pemerintah berencana membangun 8.788 huntap di tiga lokasi di Sulteng. Tiga tempat itu adalah Tondo-Talise (3.378 unit), Pombewe (1.500 unit), dan Duyu (450 unit). Meski sederhana, ia menegaskan rumah yang dibangun pemerintah dibantu swasta itu didesain tahan terhadap gempa bumi.

“Untuk huntap ini memang ada beberapa tahap, tidak sekaligus dibangun,” ujarnya.

Wiranto menuturkan Indonesia merupakan negara rawan bencana karena secara geografis berada di dalam kawasan ring of fire. Ia berkata hal itu harus diwaspadai seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam kaitannya dengan kebencanaan, Wiranto pun mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)yang secara terus menerus menyosialisasikan dan melatih masyarakat untuk menghadapi bencana.

Ia menilai hal tersebut memberikan andil dengan membuat jumlah korban bencana alam menjadi berkurang.

“Dan saya juga mohon masyarakat, terutama masyarakat Sulteng karena juga termasuk ring of fire Indonesia untuk betul-betul siap menghadapi bencana,” ujarnya.

Terkait dengan kondisi geografis itu, Wiranto mendesak masyarakat tidak lagi membangun rumah atau bangunan di atas zona merah. Selain itu, masyarakat pun dituntut untuk mematuhi syarat mendirikan bangunan agar ketika bencana tidak merepotkan semua pihak.

“Karena pada saat melanggar zona itu tentunya akan berisiko lebih tinggi dari pada kita mencari tempat pemukiman di zona-zona yang aman,” ujar Wiranto.

Berdasarkan pantauan, proses peletakkan batu pertama pembangunan huntap di Pombewe itu dihadiri pula oleh Menteri ATR Sofyan Djalil dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

Comments are closed.