Kasus Anak Tewas Kesetrum, Humas PT.BSP Cegah Keluarga Korban Cari Perlindungan

1
142

Kampar,NAWACITA- Dua orang tua korban meninggal kena aliran listrik, Ama Septi Zai dan Ama Indah Telaumbanua mengaku kecewa atas perlakuan manajemen  PT BSP, yang menncoba menutup-nutupi kematian anak-anak mereka,beberapa waktu lalu.  kedua anak mereka adalah kecelakaan biasa.

Ama Septi menilai perusahaan ingin melepas tanggungjawab. Ia mengaku  sudah tiga kali di panggil manajemen perusahaan untuk menerima uang duka. Terakhir Ama Septi bahkan  dipaksa datang membawa istrinya.

“Tapi ketika dipanggil menghadap pimpinan perusahaan tersebut, kami bukannya di beri rasa nyaman dan menghibur hati agar duka kami terasa ringan. Di luar dugaan, kami justru mendapat  nasehat dari   Thomas sang humas  agar masalah ini jangan melibatkan pihak kelurga yang lain, istilahnya kami ini tidak boleh mencari perlindungan dari keluarga,” kata Ama Septi.

Mendapati kenyataan ini, paman korban Sefianus Zai,SH mengaku sangat prihatin. Sefianus merasa aneh karena dianggap sebagai pihak ketiga oleh Thomas yang menjabat sebagai Humas PT.Bumi Sawit Perkasa.

“Aneh ya….pak humas yang satu ini, mestinya ia bersyukur jika ada keluarga korban yang mendampingi dalam hal kejadian tewasnya kedua anak pekerja ini, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”ucap Zai kepada wartawan, Sabtu (29/09/2019).

Menurut Sefianus, ketika kejadian keluarga kedua korban sangat kalut dan ingin melampiaskan amarah mereka kepada karyawan teknik yang mengurus genset perusahaan. Hal ini lantaran kabel listrik yang melintas di atas tower penampungan air tersebut adalah kabel ilegal. Akibatnya arus listrik mengalir ke besi tiang penahan tandon penampungan air.Kedua korban tewas seketika diduga menyentuh besi tower air tersebut.

“Saat itu  saya larang mereka main hakim sendiri,agar tidak terjadi masalah baru. Kami datang menghibur keluarga sampai tidak tidur satu malam, kami arahkan keluarga  fokus membawa masalah ini ke ranah hukum,” papar Zai yang juga merupakan ketua Lembaga Bantuan Hukum BERNAS ini.

“Bayangkan jika terjadi kerusuhan. Keluarga besar kedua korban  sangat banyak bekerja di perusahaan tersebut. Belum lagi warga dari luar perusahaan, ini si humas ini …..kok malah menuduh kami ini pihak ketiga,” ucap Sefianus Zai kesal.

Kapolsek Tapung Hulu melalui Kanit Reskrim Ipda Albert Sitompul,SH mengatakan bahwa sudah memeriksa manager PT.BSP Edi Hanafi. Selanjutnya saksi-saksi lain akan diperiksa semua sebelum kasus ini di naikkan ke penyidikan.”Penyidik sudah memeriksa Edi Hanafi selaku manager PT.BSP, minggu depan akan kita panggil saksi-saksi berikutnya” jawabnya melalui pesan WhatsApp Kamis (27/06/19).

Comments are closed.