Dua Anak Tewas Kesetrum,Paman Korban Ingin Manajemen Perusahaan Jadi Tersangka

0
75

Kampar,NAWACITA-Proses hukum atas tewasnya Adikfan Saputra Zai ( 8 tahun) dan sepupunya Elman Krismanjaya Telaumbanua ( 6 tahun) terus berlanjut. Keduanya jadi korban  kelalaian manajemen perusahaan yang membiarkan  kabel listrik tidak teratur di komplek perumahan karyawan PT.Bumi Sawit Perkasa ( BSP) Tapung Hulu Kab Kampar, Riau.

Kapolsek Tapung Hulu melalui Kanit Reskrim Ipda Albert Sitompul,SH mengatakan bahwa sudah memeriksa manager PT.BSP Edi Hanafi. Menurut Albert,pihaknya serius mengungkap kasus ini. Informasi  dari ayah korban menyebut pihak perusahaan melalui Humas Group First Resources, Thomas, telah menawarkan uang duka kepada kedua keluarga korban sebesar 15 juta per orang.

Ketika menawarkan uang 15 juta tersebut,  Thomas sempat meminta agar kedua ayah korban jangan melibatkan pihak ketiga atau pengacara maupun keluarga. Namun kedua keluarga korban bersikukuh bahwa tidak mungkin  tidak melibatkan keluarga atau pengacara. Jawaban ini membuat Thomas terdiam.

Ketua Ikatan Keluarga Nias Riau Sefianus Zai,SH yang juga paman korban menyesalkan sikap humas perusahaan.. Ia pun menilai manajemen perusahaan mesti di dijadikan tersangka dalam kasus ini .

“Dalam kasus tewasnya kedua anak pekerja ini, saya minta penyidik berani menetapkan jajaran manajemen sebagai tersangka, dari jajaran direktur sampai ke operator mesin gensetnya harus bertanggungjawab, karena ini kelalaian mereka, mengakibatkan hilangnya nyawa dua orang anak dibawah umur,” tukasnya.

Sefianus Zai yang merupakan  Ketua Lembaga Bantuan Hukum Bela Rakyat Nusantara ( BERNAS ) ini mengatakan segera menyurati  Kapolda, meminta agar kasus ini menjadi atensi karena korbannya dua orang  anak dibawah umur dan penyebabnya akibat terkena  aliran listrik perusahaan di kabel- kabel yang tidak beraturan.

“Kasus ini akan kami kawal sampai tuntas, apalagi korban adalah keponakan saya sendiri,” tegas Zai.

Humas PT.BSP ( First Resources ) Thomas yang di minta konfirmasi oleh wartawan, sampai berita ini tayang tidak memberi jawaban, walau pesan WhatsAppp sudah dibaca.