Upah Buruh Sawit Belum Naik

56
207

Lampung,NAWACITA-Federasi HUKATAN KSBSI mengadakan seminar tentang Struktur Skala Upah Sektoral di Perkebunan Kelapa Sawit, Rabu (26/6/19). Seminar berlangsung di Park Hotel Jakarta. Pelaksanaan Seminar ini turut didukung oleh Founder  Federasi HUKATAN KSBSI yaitu CNV Organisasi Serikat Buruh Kristen Belanda.

Seminar dihadiri  35  orang dari DPC Se-Indonesia. Seminar bertujuan agar seluruh pengurus DPC dapat memahami dan memperjuangkan upah buruh sesuai dengan standar aturan No.01 Tahun 2017 tentang upah. Pembicara utama dalam seminar ini adalah Ibu Ernawati dari Direktorat Pengupahan dan SEKJEND DEN KSBSI.

Yuce Hengki Sadok selaku peserta seminar dan juga sebagai ketua DPC Federasi HUKATAN KSBSI Lampung Selatan mengungkapkan harapannya dalam seminar kali ini, agar dalam penetapan skala upah pemerintah harus melihat secara profesional sehingga dapat meningkatkan upah yang berkeadilan dan mensejahterakan buruh/pekerja pada umumnya dengan memperhatikan beberapa hal penting.

Misalnya, penetapan secara sektoral yang mengacu pada pekerjaan sektoral tersebut.Juga kebutuhan Layak Hidup (KHL) dan buruh lajang dan yang sudah berkeluarga.

Yuce mengeluhkan  selama ini pemerintah belum menerapkan sepenuhnya sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No. 13 Thn 2003.

“Harapan kami agar pemerintah dapat menerapkan sesuai dengan UU tersebut dan mengontrol serta memberikan sanksi tegas kepada pengusaha yang belum menjalankan aturan tersebut. Karena kita tahu bersama bahwa di Indonesia masih banyak pengusaha yang nakal yang tidak menjalankan aturan pengupahan sesuai dengan UU,  dalam arti upah masih dibawah UMP, apa lagi Propinsi  Lampung dan terkhusus di Lampung Selatan,”katanya.

“Untuk itu harapan kami pemerintah lewat Dinas Tenaga Kerja Propinsi maupun daerah Kabupaten/Kota agar dapat mengontrol dan mengambil tindakan yang tegas kepada pengusaha yang nakal tersebut.”pungkas Yuce. Tiel (Kontributor Lampung)

Comments are closed.