DVI Polda Sumut Ambil Sampel DNA Korban Kebakaran

10
153

Langkat, NAWACITA- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara (Sumut) masih terus mengumpulkan data antemortem dan mengambil sampel DNA dari keluarga korban kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat, Jumat 21 Juni 2019. Hingga Sabtu 22 Juni 2019 siang, tim sudah mengambil 15 sampel DNA dari 29 keluarga korban yang datang ke RS Bhayangkara.

“Selain itu, dari 29 keluarga korban, kami juga sudah mengambil 13 sampel DNA untuk dicocokkan nantinya dengan DNA korban kebakaran,” ungkap Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes Pol dr Sahat Harianja di RS Bhayangkara Polda Sumut.

Menurut Sahat Harianja, proses identifikasi korban dengan menggunakan metode DNA akan memakan waktu kurang lebih selama satu minggu. “Hal ini disebabkan kami harus mengirimkan sampel DNA ke laboratorium Mabes Polri,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses identifikasi 30 korban kebakaran, Harianja mengatakan, Polda Sumut melibatkan 86 orang ahli dan dokter. Jumlah ini masing-masing 80 orang dari yang berasal dari dokter Polda Sumut dan rumah sakit dan mayoritas dari Kota Medan.

“Enam orang ahli lainnya diturunkan dari Dokkes Mabes Polri,” kata Sahat Harianja.

Sementara itu, polisi juga masih menyelidiki penyebab kebakaran pabrik home industry perakitan korek api gas yang merenggut 30 nyawa di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai itu. Penyelidikan melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut dan Polres Binjai.

Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi-saksi yang mengetahui peristiwa kebakaran tersebut. Selain itu juga mengumpulkan beberapa barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran sebagai bahan penyelidikan.

“Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari kebakaran pabrik perakitan korek api gas ini. Masih kami selidiki apa karena kelalaian atau ada faktor lainnya. Petugas lapangan terus bekerja untuk mengusutnya,” ujar Nainggolan, Jumat 21 Juni 2019 malam.

 

Comments are closed.