Inilah Kisah Bocah 17 Bulan Selamat dari Tenggelamnya Perahu Arim Jaya

61
119

Sumenep, NAWACITA – Ketika mendengar sebagian korban tenggelamnya perahu Arim Jaya ada yang selamat, saya mencoba terus mencari tahu. Ternyata 7 korban diantaranya  ditampung di Rumah Perlindungan Sosial jalan Raung Sumenep. tampak empat orang duduk lesu diemperan ruangan dengan raut muka trauma.

“Saya bagaikan bermimpi saat itu, karena tanda-tanda tenggelam tidak tampak, tiba-tiba gelombang besar datang dan kami dilemparkan dari perahu,“ tutur Chairul Ulum (40) warga Gua-gua yang naik perahu itu untuk berangkat ketempat kerjanya di Jakarta, kamis (20/6/2019).

Chairul Ulum naik perahu itu bersama istrinya Raudah (25) dan anaknya Iqbal yang masih berusia 17 bulan. Saat terlempar semua penumpang hanya memikirkan dirinya sendiri agar selamat. Ditengah usahanya bertaruh jiwa dengan berenang tiba-tiba dia mendengar teriakan istrinya, “pak..pak tolong tengkok ban iqbal,” menirukan teriakan istrinya menggunakan bahasa madura yang artinya meminta tolong.

Chairul Ulum lalu mendekat, dan  mendorong istrinya yang terengah-engah sambil mendekap putranya yang menangis. Tenaganya seakan habis karena menarik istri dan anaknya yang tidak bisa berenang. Tidak berapa lama kemudian, perahu yang tenggelam muncul kembali kepermukaan, sehingga dia dibantu korban selamat lainnya kembali naik keatas perahu.

“Setelah itu lalu datang perahu nelayan memberikan pertolongan semampunya”, kenang Chairul.

Perahu nelayan yang saat itu memancing ikan hanya bisa memberikan pertolongan pada korban yang dilihatnya. Karena semua penumpang sudah kocar kacir muncul tenggelam terseret arus gelombang. Selain itu tonase perahu pancing sangat kecil, sehingga tidak bisa menampung semua korban.

“Alhamdulillah saya saat ini berada disini, dan akan segera pulang ke pulau, untuk segera memberi kabar, karena semua barang bawaan termasuk HP terseret air tidak tahu kemana,” imbuhnya.

Chairul Ulum bersama istri dan sikecil, ikut perahu arim jaya untuk kembali ke Jakarta. Karena sejak tahun 2002 merantau ke ibu kota dan baru pulang setiap lima tahun sekali. Pada lebaran tahun ini dia berkesempatan berpuasa dan berlebaran dikampung halamannya.

Perahu Motor Arim Jaya tenggelam di perairan antara Pulau Sapudi dan Giliyang, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (17/6/2019). Perahu berangkat dari Pulau Gua-gua, Kecamatan Raas, Sumenep, hendak menuju Pelabuhan Dungkek, Sumenep.

Perahu yang dinahkodai Arim (50), tiba-tiba guling setelah dihantam ombak besar dan satu jam kemudian, perahu tenggelam. Dari total 60 penumpang, korban meninggal dunia yang sudah ditemukan dan teridentifikasi sebanyak 20 orang. Korban selamat 38 orang dan dua  penumpang lainnya masih hilang.

Comments are closed.