MPU Aceh Haramkan Game Online PUBG

0
219

Banda Aceh, NAWACITA – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh secara resmi mengharamkan game online PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG).

Ada beberapa alasan mengapa MPU Aceh mengharamkan game yang digandrungi oleh masyarakat dunia termasuk di Aceh dari berbagai kalangan ini.

Wakil Ketua MPU Aceh Tgk. Faisal Ali dihubungi wartawan menjelaskan, fatwa haram tentang game online PUBG ini dibahas dalam sidang paripurna ulama ke III dengan tema hukum dan dampak game PUPG dan sejenisnya menurut Figh Islam, informasi teknologi dan psikologi pada tanggal 17-19 Juni 2019 di gedung MPU Aceh.

“Hasil dari sidang paripurna itu disepakati  game PUBG dan yang sama dengannya hukum bermainya haram,” kata Tgk. Faisal Ali, Rabu di (19/6/2019).

Menurut Faisal, alasan mengapa MPU Aceh mengharamkan game yang dimainkan secara live itu karena bisa membangkitkan semangat kebrutalan anak-anak bahkan orang dewasa yang sudah kecanduan dengan game tersebut.

“Bisa juga melahirkan perilaku yang tidak baik, kemudian berpotensi mendeskreditkan terhadap penggunaan simbol-simbol keislaman,” ujarnya.

Maka dari itu, tegas Faisal, MPU melakukan kajian dengan menghadirkan ahli serta disepakati oleh 47 ulama Aceh.

“Dasarnya karena efeknya, anak-anak menjadi bringas, kecanduan yang berlebihan, ribut di dalam rumah tangga, dan lain sebagainya yang mendatangkan mudharat,” kata pria yang akrab disapa Lem Faisal itu.

Saat ini, game PUPG dan sejenisnya tidak hanya digandrungi oleh kalangan dewasa, namun anak-anak seakan sudah kecanduan dengan game yang satu ini. Di Aceh sendiri game PUBG cukup familiar di semua kalangan.

Di tempat-tempat yang menyediakan Wi-Fi gratis seperti di cafe dan warung kopi di Aceh umumnya adalah para pecandu game online seperti PUBG.