Matinya Jutaan Ikan di Kawasan Trisik Galur, Pengaruhi Produksi Perikanan di Kulon Progo

59
183

Yogyakarta, NAWACITA – Matinya jutaan ikan di Laguna Timur di Kawasan Trisik Galur dalam seminggu terakhir ini, dinilai akan mempengaruhi produksi perikanan di Kulon Progo. Jumlah ikan yang mati di Kawasan itu, diperkirakan mencapai 3 ton.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo Sudarna mengatakan, kematian ikan itu merugikan bagi aktivitas perikanan di Kulon Progo. Meskipun tidak signifikan jika dibandingkan dengan total produksi, namun tetap berpengaruh pada capaian produksi. Pihaknya dijelaskan Sudarna, rutin menebar benih ikan di ke berbagai perairan umum agar hasilnya, bisa dinikmati masyarakat.

“Kita itu hampir tiap tahun selalu memasukkan benih ke perairan umum agar bisa dinikmati. Lha kalau mati seperti ini kan akhirnya terbuang percuma karena kelalaian aktivitas tambak, yang dinilai menguntungkan tapi disisi lain merugikan,” ujar Sudarna kepada awak media, Selasa (11/06/2019).

Sudarna menambahkan, kematian jutaan ikan itu disebabkan oleh kandungan bahan organik terlarut sangat tinggi, dengan pH air 9,33. Pencemaran air ini diduga. karena limbah  tambak udang dan penurunan volume air karena musim kemarau.

“Terjadi pencemaran air di laguna tersebut. Indikasi sumber pencemaran  berasal limbah aktivitas petambak disertai dengan penurunan volume air karena musim kemarau menyebabkan tingkat kandungan Bahan Organik-nya di air berlebihan, yang otomatis meningkatkan kandungan amoniak di air. Amoniak ini yang meracuni ikan,”tutur Sudarna.

Rencananya, Kelompok Bandeng Jaya selaku pengelola laguna tersebut, akan melaksanakan kerja bakti untuk mengubur bangkai ikan. Koordinasi sudah dilakukan, dan kesiapan alat berat baru bisa besuk rabu.

Comments are closed.