Hadirkan Cerita Legenda, Taman Safari Prigen Ajak Satwa Tampilkan Kisah Jaka Tarub

13
281

Pasuruan, NAWACITA – Satwa penghuni Taman Safari Prigen, Pasuruan Jawa Timur diajak tampil di cerita legenda Petualangan Jaka Tarub. Selain Gajah, Kambing, Elang, dan aneka hewan lainnya, dalam show di momentum hari lebaran ini sekitar 24 artis pendukung juga terlibat.

“Kenapa kita ambil cerita Jaka Tarub, ini sekaligus memberikan edukasi ke masyarakat. Kami pertama ingin menggambarkan arti kejujuran, terus kemudian kami ingin mengenalkan konservasi satwa dan yang terakhir pesannya bagaimana kita menyayangi semua termasuk satwa,” ungkap Rudy Hernawan Animal Show Manager Taman Safari Prigen, Pasuruan, Minggu (9/6/2019).

Rudi menjelaskan diangkatnya cerita dengan muatan lokal tidak lepas dari keinginan pengunjung yang butuh hiburan kisah legenda. Tidak hanya kali ini sebelumnya TSP Prigen juga mengangkat cerita legenda lainnya.

“Beberapa tahun terakhir pengunjung mengingnkan cerita lokal. Sudah tiga tahun mengangkat muatan lokal. Kita sajikan cerita dengan versi kita, termasuk nanti ada gajah yang acting lesu juga ada badut,” paparnya.

Sementara itu Willy salah seorang pengunjung asal Surabaya mengaku terhibur dengan show cerita Legenda Jaka Tarub. Selain mengetahui kisah cerita, pengunjung juga dihibur dengan adanya satwa yang ikut tampil.

“Ya merasa terhibur ya. Tadi Gajanya bisa acting juga. Kita terhibur, kalau bisa cerita legenda semacam ini sering digelar ya,” terang Willy.

Antusias pengunjung melihat spesial show Lebaran ini tinggi. Hal itu terlihat dari kapasitas 200 tribun yang disediakan penuh.

“Antusiasnya tinggi ya. Kapasitas tribun kita sekitar 200 lebih. Tadi ada yang tidak dapat kebagian tempat duduk juga. Tapi ketika saya berbincang dengan pengunjung mereka rata-rata pungkas” ujar humas TSP, Prigen Laily Widya Arisandi.

Cerita moral dalam kisah Jaka Tarub ini adalah bahwa setiap hubungan, utamanya hubungan cinta maupun dengan siapapun harus didasari oleh kejujuran.

Jaka Tarub yang menyembunyikan selendang Nawangwulan merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Meski akhirmya menawarkan diri aebagai penolong semua itu demi kepentingan pribadi.

“Jadi sesuatu yang tidak didasari kejujuran, pasti akan menjadi masalah di belakang hari,” pungkasnya.

Comments are closed.