Palimanan, NAWACITA-  Situasi arus lalu lintas di ruas tol Pejagan-Kanci pada dua hari usai lebaran terpantau mulai padat, Jumat (7/6) sore. Meskipun telah diberlakukan satu arah pada ruas jalan ini, dominasi kendaraan masih berada di lajur B yang menuju ke Jakarta.

Pada wilayah Pejagan, Brebes, Jawa Tengah memiliki kondisi ramai. Kendaraan yang mendominasi pun merupakan kendaraan berplat B atau dari wilayah Jakarta.

Kendati demikian, pengendara masih bisa memacu kendaraannya hingga kecepatan 110 km per jam sampai 120 km per jam. Sepanjang jalur tersebut, setidaknya ada satu rest area di KM 269 di lajur B yang terpantau masih sepi pengunjung.

Arus lalu lintas mulai memadat setelah rest area KM 228 lajur B. Kecepatan kendaraan bisa dipacu sampai dengan 70 km per jam hingga 80 km per jam. Jarak antarkendaraan pun mulai menyempit sekitar rata-rata lima meter.

Kondisi tersebut semakin memadat ketika mencapai titik KM 220B setelah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, tepatnya di Cirebon. Hal itu karena jalan mulai menanjak.

Hingga pukul 16.35 WIB, arus lalu lintas pada lajur A imbas satu arah telah terpantau di ruas tol Palimanan-Kanci. Meskipun arus mulai satu arah, jumlah kendaraan lajur A masih tak sebanyak jumlah kendaraan di lajur B.

Selain itu, banyak pula kendaraan dari lajur B yang mulai berpindah secara tiba-tiba ke lajur A. Para pengendara lainnya diimbau untuk waspada akan kondisi ini, yang ditemukan tepatnya pada menjelang gerbang tol Palimanan.

PT Jasa Marga  memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah pada arus balik Lebaran 2019 dari arah Timur menuju arah Jakarta, atas diskresi Kepolisian pada Jumat ini mulai pukul 14.05 WIB. Titik awal pemberlakuan satu arah itu yakni mulai KM 4 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung sampai KM 70 GT Cikampek Utama.

Baca juga :  Eks Menteri ESDM : Jabatan Komisaris Itu Pekerjaan Orang Tua

“Pemberlakuan  hari pertama pada periode arus balik Lebaran 2019 ini mundur dua jam lima menit dari yang telah direncanakan sebelumnya yaitu pukul 12.00 WIB dengan mempertimbangkan ramainya lalu lintas di kedua arah, baik arah Jakarta maupun arah Cikampek, yang masih seimbang hingga menjelang tengah hari,” ujar Corporate Communications Department Head PT Jasa Marga.

Penundaan jam pemberlakuan satu arah itu, kata dia,  juga disebabkan oleh sebagian besar pengguna jalan juga masih memanfaatkan rest area di jalur arah Cikampek untuk sholat Jumat. Untuk itu, pembersihan atau sweeping jalur arah Cikampek dilaksanakan setelah waktu salat Jumat.