Kisah Menyedihkan Di Pantai Gunung Kidul Yogyakarta

0
326

Yogyakarta, NAWACITA – Awal bulan Juni, pantai selatan Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, mulai bermunculan ubur-ubur yang dapat membahayakan pengunjung. Mengantisipasi sengatan ubur-ubur ini, TIM SAR Satlinmas setiap pagi mengubur binatang bertentakel ini.

Sejak pagi, tim SAR menyisir setiap jengkal kawasan pantai berpasir putih. Satu per satu hewan berwarna biru itu dikumpulkan, lalu dikubur di pasir.

“Ubur-ubur mulai meningkat sejak beberapa hari terakhir, kondisi seperti ini karena air laut sudah mulai dingin,” kata Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Marjono, Minggu (6/6/2019).

Potensi ubur-ubur hampir merata di kawasan pantai selatan, kecuali Pantai Baron. Sebab, di kawasan Pantai Baron, terdapat muara aliran sungai air tawar. Siklus munculnya ubur-ubur atau oleh masyarakat setempat disebut impes, yaitu saat air laut mulai dingin.

Menjelang Juli dan Agustus, Ubur-ubur yang biasa muncul merupakan binatang laut yang tergolong ke dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh. Jika tidak kuat, bahkan bisa menyebabkan sesak nafas.

Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, kebanyakan wisatawan yang tersengat lantaran penasaran dan mencoba memegang ubur-ubur yang berbentuk unik. Wisatawan pun diimbau untuk tidak menyentuh hewan berumbai berwarna biru itu. tandasnya (ANT)