Mayat Ditemukan Terampung Di Perairan Pulau Putri

9
248

Tapanuli Tengah, NAWACITA – Sesosok mayat pria misterius ditemukan di perairan Pulau Putri Tapteng Sumatera Utara. Penemuan mayat korban tewas terikat di Perairan Pulau Putri. Dikutip dari detik news.com saat ini Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban hingga ditemukan tewas mengambang.

Sosok mayat yang ditemukan dengan kondisi tangan-kaki terikat di perairan Pulau Putri, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, diketahui bernama Abdul Bahri Simanungkalit (50). Polisi mengatakan pelaku yang mengikat tangan dan kaki Bahri yakni S. Simanungkalit yang merupakan kakak kandung korban.

Kapolres Tapteng AKBP, Pelaku Sk. mengatakan pelaku tega mengikat adiknya karena korban disebut mengalami gangguan jiwa selama lebih kurang 10 tahun dan sering mengganggu tetangga sekitar. Bahri bahkan sempat mengancam ibunya dengan sebilah pisau.

“Terakhir kali pada Jumat 24 Mei 2019 sekitar pukul 20.00 WIB, korban emosi dan mengancam ibu kandungnya Nursaida Hutabarat di dalam rumah dengan sebilah pisau. Kemudian warga sekitar mengamankan korban, dan selanjutnya diserahkan kepada abangnya,” ujar Sk. lewat keterangannya, Selasa (28/5/2019).

Kata RS, kakak korban mengikat tangan dan kaki korban dengan tali rapia. Korban lalu dimasukkan ke dalam rumah. “Selanjutnya oleh abang kandung korban mengikat tangan korban dengan tali rapia dan menempatkan korban di dalam rumah.

Kasus ini masih terus didalami oleh Polres Tapteng. Jenazah korban selanjutnya akan diautopsi di rumah sakit.
“Akan dilakukan autopsi ke RSU Rajamin Saragih Pematang Siantar,” ujarnya.

Sebelumnya, mayat pria bernama Abdul Bahri Simanungkalit ditemukan tewas oleh seorang warga bernama Monica Mendrofa, Rabu (29/5) pukul 10.00 WIB.

Monica yang hendak liburan ke Pulau Mursala awalnya melihat ada sesuatu yang terapung di laut.

“Awalnya kami kira patung atau kayu, tetapi aku penasaran dan saya bilang kepada bapak saya yang mengemudikan kapal stempel untuk berbalik arah. Setelah kami mendekat, memang benar itu adalah sesosok mayat laki-laki. Usianya sekitar 40-an dengan posisi kaki dan tangan diikat tali, dan mulutnya dilakban warna kuning,” ungkap Monica kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (28/5).

Karena merasa kaget dan ketakutan dengan penemuan mayat itu, lalu Monica menghubungi Pendeta Juniaro Mendfora, yang tinggal di Pandan, Tapanuli Tengah, Dia pun meminta Juniaro untuk menghubungi Tim SAR. Tim kemudian datang dan mengevakuasi korban. (ANT/NWCT)

Comments are closed.