Raih Nilai UNBK Sempurna dengan Rata-rata 100, Hafidh Terkejut

0
201

Solo, NAWACITA – Hafidh Rifai Kusnanto (17 tahun) merupakan salah satu murid di kelas XII IPA 6 SMAN 4 Surakarta, dirinya terkejut saat memperoleh nilai ujian nasional (UNBK) secara sempurna dengan rata – rata 100. Awalnya Hafidh tidak menyangka bahwa akan memperoleh nilai sempurna tersebut.

Anak penjual mainan anak-anak asal Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, ini meraih nilai rata-rata 100 pada empat mata pelajaran (mapel), yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Kimia, dan Bahasa Inggris.

“Awalnya yang penting nilainya bagus. Tapi, ternyata setelah melihat hasil nilainya, saya terkejut. Semua total nilainya 400,” kata Hafidh ditemui di SMAN 4 Surakarta, Jalan Adisucipto Nomor 1 Manahan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (14/5/2019).

Hafidh mengaku tidak pernah mengikuti bimbingan belajar (bimbel) karena tidak ingin membebani orangtuanya. Sejak ayahnya meninggal, semua kebutuhan bergantung pada ibunya, Supatmi.

Ibu Hafidh selama ini hanya berjualan mainan anak-anak dengan pendapatan yang tidak menentu. Hafidh sendiri masih memiliki tiga adik.

Untuk menunjang belajar, Hafidh hanya mengandalkan buku-buku pelajaran dari sekolah dan latihan soal-soal.

“Ibu tidak banyak uang. Takut repotin ibu. Jadi, banyak latihan soal saja di rumah sama belajar buku dari sekolah. Itu saya lakukan rutin setiap hari,” kata remaja yang berhasil menyabet medali perak dalam Olimpiade Astronomi tingkat nasional di Riau pada 2017 itu.

“Anaknya low profile. Jadi, tidak menyangka anak yang the best atau luar biasa. Tidak ada orang yang melihat. Penampilannya kelihatan biasa sekali,” katanya.

Saat ini, Hafidh telah diterima di Jurusan Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sementara itu, Waka Bidang Kurikulum SMAN 4 Surakarta Meyra Dwi menilai,anak didiknya tersebut dikenal anaknya pendiam sehingga teman-temannya kelasnya tidak menyangka Hafidh memperoleh Nilai UNBK sempurna.

Meyra pun merasa terkejut dengan hasil nilai UNBK Hafidh yang rata-rata mendapat 100. Sebab, sejak dirinya mengajar di SMAN 4 Surakarta, baru pertama kali ini ada siswa yang memperoleh rata-rata setiap mapel 100. “Sejak tahun 2000 saya mengajar di sini, baru sekarang ada anak mutlak nilainya sempurna,” tandasnya.