Eks Kapolsek Pasriwangi Akui Emosi Sebut Kapolres Garut Perintahkan Dukungan ke Capres

0
130

Garut NAWACITA – AKP Sulman Aziz, eks Kapolsek Pasirwangi Garut, yang sempat mengatakan kepada media bahwa ia diperintahkan oleh Kapolres Kabupaten Garut agar menggalang dukungan untuk Jokowi, akhirnya mencabut pernyataannya.

Sulman juga mengaku bersalah dan mencabut pernyataannya soal ketidaknetralan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Saya sudah melakukan suatu kesalahan, saya menyatakan bahwa Polri itu tidak netral di dalam Pilpres 2019 ini,” ujar dia kepada wartawan di Polda Jabar, Bandung, Senin (1/4).

Sulman mengaku emosi lantaran ia kecewa dimutasi oleh Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna dari Kapolsek Pasirwangi menjadi Kanit Seksi Pelanggaran Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat.

Emosi, dia lantas mengaitkan mutasi tersebut karena foto dirinya bersama sejumlah tokoh agama Pasirwangi dalam sebuah acara deklarasi dukungan terhadap calon presiden (capres) – calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Acara itu dilaksanakan pada 25 Februari lalu.

“Sebetulnya itu saya sampaikan karena saya waktu itu emosi, saya telah dipindahtugaskan dari jabatan saya yang lama sebagai kapolsek,” tegas Sulman.

Sulman pun mengakui, adanya perintah Kapolres Garut sebenarnya adalah instruksi untuk pemetaan kekuatan kedua paslon capres 2019, bukannya penggalangan dukungan kepada capres nomor urut 01.

Ia mengatakan, pemetaan tersebut dilakukan dalam rangka pengamanan Pilpres 2019.

“Pendataan tersebut digunakan untuk mengantisipasi keamanan di wilayah tersebut agar bisa diantisipasi apa yang kemungkinan akan terjadi dan memperkirakan kekuatan yang harus disiapkan,” pungkasnya.