Pasca Gempa Solok, Pemerintah Siap Bantu Perbaikan Rumah Warga

14
190
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat berada dilokasi dampak bencana.

Padang, NAWACITA– Pemerintah akan melakukan pembangunan rumah warga yang rusak akibat gempa di Kabupaten Solok Selatan.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam upaya membantu warga terdampak bencana gempa.

“Pendekatannya mungkin seperti penanganan gempa 2009 yang ketika itu rumah rusak berat dibantu Rp15 juta, sedang Rp10 juta, ringan Rp5 juta dan polanya nanti akan dilihat bagaimananya dibantu Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan diminta bantu TNI juga,” kata dia saat mengunjungi lokasi gempa Solok Selatan, Minggu (3/3).

Untuk distribusi bantuan, kata Gubernur Irwan, seperti pada penanganan gempa 2008 yang akan diatur langsung oleh Bupati.

Dia menyebutkan untuk pembangunan utuh pemerintah memang tidak sanggup karena dana tidak cukup tetapi bisa juga ditambah oleh saudara ataupun donatur lainnya sehingga yang dibangun bisa bagus.

Saat ini menurutnya, sudah ada beberapa dana yang masuk seperti dari Provinsi Rp300 juta BNPB tahap awal Rp250 juta, BNI Rp50 juta dan masih ada lagi lainnya.

“Kami juga masih menghimpun dana dari berbagai pihak dan bagi donatur yang mau membantu akan difasilitasi baik langsung kemasyarakat atau melalui pemerintah,” ucapnya.

Dia mengatakan rumah warga yang rusak berat akibat gempa Solok Selatan sebanyak 116 unit dan sedang hingga ringan lebih 400 unit.

Rata-rata rumah yang rusak akibat gempa disimpulkan karena tidak mengikuti konstruksi bangunan. Kalau konstruksi bangunan diikuti katanya, kalau cuma tiga SR walaupun kedalamannya dibawah 10 kilometer mungkin masih tahan.

Tapi ini katanya, karena tidak ada tulang dibawah, pondasi, angker, besi tidak mencukupi dan semen juga tidak kuat sehingga runtuh.

“Rata-rata yang saya tanya mereka bangun sendiri sehingga banyak yang kurang,” ujarnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman mengatakan di Sangir Balai Janggo belum pernah ada sejarah gempa sehingga rumah masyarakat dibuat tidak tahan gempa.

“Bangunan warga banyak yang roboh karena memang tidak didesain untuk tahan gempa sebab di wilayah itu belum pernah ada sejarah gempa,” ujarnya.

 

 

(Red: Juan, sumber Ant)

Comments are closed.