Dinakhodai Salatieli Daeli, DPC PIKI Lampung Selatan Segera Dikukuhkan

3
299

Lampung, NAWACITA– Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) dalam waktu dekat akan mengukuhkan pembukaan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lampung Selatan.

DPC PIKI Lampung selatan (Lamsel) merupakan DPC yang keempat yang dibentuk dan akan dikukuhkan pada Minggu (3/3), bertempat di Hotel Kridawisata Bandarlampung.

Darwin Pangaribuan Ketua DPD PIKI Provinsi Lampung akan mengambil sumpah kepengurusan DPC PIKI Lamsel yang dinahkodai Salatieli Daeli.

Kepada awak media, Senin (25/3), Ketua DPC PIKI Salatieli Daeli berharap keberadaan PIKI Lamsel bisa menjadi mitra pemerintah kabupaten setempat dan PGI Wilayah Lampung Selatan, serta ormas-ormas dan gereja.

“Ini dalam rangka meningkatkan dan menjalin sinergi memberdayakan masyarakat Kristiani pada khususnya dalam berbagai bidang kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh anggota, ” kata dia.

Ia pun menegaskan bahwa kehadiran PIKI di Kabupaten Lampung Selatan mampu menjadi mitra strategis para stakeholder dalam mendorong suksesnya program pembangunan moral dan mental sosial, budaya, pendidikan dan kesehatan.

Salatieli Daeli dan beberapa pengurus PIKI saat ini mengisi diri kuliah di Sekolah Alkitab Malam (SAM) Pelita Lampung sebagai bentuk meningkatkan kecerdasan rohani dan pemahaman alkitab.

“Sehingga diharapkan selain sarjana di bidangnya, juga bisa melayani dalam bidang kerohanian, ” ujarnya.

Dia optimistis DPC PIKI Lampung Selatan dapat memenuhi harapan masyarakat. Apalagi kepengurusan didukung sejumlah tokoh yang berkiprah dalam berbagai bidang. Di antaranya dokter, pengusaha, tokoh gereja, ahli hukum, pertanian dan kesehatan.

“(Pengurus) Mereka cukup kompeten dan bidangnya, ” tambahnya.

Sejumlah pengusaha ternama masuk dalam kepengurusan sebagai dewan Penasehat, seperti Sokhifao Gea dan Fajarman Loi.

“Kami tentunya juga berharap dengan terbentuknya pengurus DPC PIKI Lampung Selatan bisa memacu semangat berdirinya DPC-DPC lain di kabupaten dan kota yang belum terbentuk, ” pungkasnya.

Comments are closed.