Baru Dilantik, Walikota Cilegon Definitif Singgung Warga Bekasi

0
194

Cilegon NAWACITA – Walikota Cilegon definitif, Edi Ariyadi sudah membuat pernyataan kontroversi yang empat menyinggung warga Kota Bekasi. Baru saja dilantik sebagai Walikota Cilegon definitif, Edi mengungkapkan kalimat yang dinilai mendeskreditkan Kota Bekasi.

Usai pelantikan dirinya sebagai walikota Cilegon di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (20/2), Edi berbicara kepada wartawan dan mengaku ingin infrastruktur di Cilegon dibangun dengan besar-besar agar kotanya tak seperti Bekasi.

“Saya akan konsentrasi ke pekerjaan RPJMD yang dua tahun, itu target saya. Banyak kegiatan mega proyek yang belum selesai, seperti jalan lingkar utara (JLU), stadion (sport center) juga belum selesai, terus pelabuhan,” kata Edi.

Edi berharap, Kota Cilegon tidak ingin seperti Bekasi yang terjadi macet dimana-mana karena telatnya pembangunan infrastrukur jalan. Imbasnya kepada masyarakat karena macet menghabiskan bahan bakar minyak bahkan rusaknya onderdil kendaraan.

“Jangan kaya Bekasi artinya jalan baru dibangun. Kan kasian yang macet, kalau jalan- jalan di Kelurahan Cilegon cukup ini yang gede-gedenya,” ujarnya

Edi bahkan mengatakan, dirinya mengaku kasihan dengan daerah Bekasi karena selalu macet.

“Kita kan minta flyover, itu kewenangan pusat atau provinsi. Jangan kayak Bekasi kan kasihan macet,” kata Edi.
Pada pernyataan tersebut, Edi hanya menyebut Bekasi tanpa memerinci kota atau kabupaten.
Kontan, pernyataan itu pun menuai kontroversi.

Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata menanggapi pernyataan Edi. Pernyataan tersebut menurut Ariyanto sangat mendiskreditkan Bekasi dan menyakiti hati warga Bekasi.

Ariyanto mengaku sangat tersinggung dan menyayangkan ada pernyataan seperti itu terlontar dari pejabat publik.

“Saya mendesak Walikota Cilegon minta maaf kepada pemerintah dan warga Bekasi,” jelas Ariyanto.

Menurut Ariyanto, Bekasi adalah kota yang tengah tumbuh dan berkembang dari segi perekonomian.