Dikunjungi Dirjen Sri Puguh, Lapas Khusus Narkotika Yogyakarta Berbenah Raih WBK

7
240
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami saat berkunjung ke lapas khusus Narkotika di Yogyakarta.

Yogyakarta, NAWACITA – Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Khusus Narkotika Yogyakarta terus berbenah untuk meraih predikat sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Dalam kunjungan Direktur Jenderal Pemasyarakatan,  Sri Puguh Budi Utami ke lapas khusus Narkotika di Yogyakarta tersebut menegaskan bahwa menuju Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berpredikat dibutuhkan sebuah komitmen baik dari aturan maupun sumber daya manusianya.

“Untuk mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Khusus Narkotika Yogyakarta menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK),  tentunya tidak mudah dan harus terus barbenah di segala sisi,” ungkap Sri Puguh Budi Utami,  Sabtu (16/2).

Dia pun mengingatkan agar para SDM mematuhi segala aturan dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kepada para penghuni lapas. Bila ini terlaksana maka marwah lapas bisa terjaga.

“Hal terpenting adalah terus konsisten dalam melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang masih belum maksimal,” sambung Utami.

Selain itu pula, Utami dalam pengarahanya kepada para pejabat dan pegawai Lapas menekankan penguatan agar melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sungguh-sungguh dan atas dasar ibadah dalam melakukannya.

Ditempat yang sama Kepala Lapas Narkotika Yogyakarta,  Satrio Waluyo, menyambut baik kehadiran Dirjen Pemasyarakatan ke Lapas yang ia pimpin.

“Saya berharap dengan adanya pengarahan dan penguatan dari bu Dirjen, para pegawai mendapatkan spirit baru dalam bekerja dan bisa berinovasi dalam melakukan tugas fungsinya, ” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk menjadikan Lapas Narkotika Yogyakarta berpredikat WBK menjadi impiannya.

“Tentunya ini menjadi tantangan sekaligus semangat bagi saya dan jajaran untuk terus berbenah dan melakukan yang terbaik, ” pungkasnya.

Saat ini Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sudah memiliki sebanyak 6 UPT yang berpredikat WBK dan diupayakan untuk bisa berpredikat WBBM serta pada tahun ini sebanyak 100 UPT diusulkan untuk bisa mendapatkan predikat WBK.

 

(Red: Faiz, sumber rilis)

 

Comments are closed.