Terbukti Konsumsi Narkoba, Eks Kapolres Empat Lawang Terancam Pidana

0
280

Palembang NAWACITA – Setelah dinyatakan positif menggunakan narkoba, Kapolres Empat Lawang Sumatera Selatan dicopot dari jabatannya. Namun tak cukup sampai disitu, tidak menutup kemungkinan AKBP AS dengan pidana.

Hal ini ditegaskan Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara.

Zulkarnain menjelaskan, pemeriksaan mendalam terhadap AS terus dilakukan. Penyidik Propam Polda Sumsel akan menyelidiki hingga ke pengedar yang memberikan sabu dan narkoba kepada AS.

Saat ini, kata Kapolda, AS baru diberlakukan sanksi administrasi berupa pencopotan dari jabatan Kapolres Empat Lawang.

“Setelah AS ini dicopot, nanti dia akan kena sidang disiplin karena terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu dan ekstasi. Kalau ada barang bukti, nantinya AKBP AS bisa dijerat secara pidana,” ujar Zulkarnain saat sertijab Kapolres Empat Lawang di Prabumulih, Sumsel, Jumat (18/1).

Ia menjelaskan, penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota polisi menjadi perhatian serius. Dia tidak akan memberi ampun kepada anggota polisi yang terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba, apalagi anggota yang berpangkat perwira.

“Agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba, makanya kami rutin cek urine. Hasilnya sekarang bisa ketahuan. Untuk yang lain jangan main-main, jangan coba-coba, saya sikat,” ucap dia.

Jabatan Kapolres Empat Lawang kini diemban oleh AKBP Eko Yudi Karyanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, bukan hanya urinenya yang mengandung amfetamin. Darah mantan Kapolres Empat Lawang itu juga didapati positif mengandung amfetamin yang merupakan kandungan di narkoba jenis sabu.

Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Didi Hayamansyah mengatakan, tes darah yang dilakukan untuk menyesuaikan hasil tes urine yang dilakukan sebelumnya.

“Jadi dia (AS) dapat disebut sebagai pemakai, karena darahnya juga sudah terpapar,” kata Didi, Jumat (18/1).

Meskipun begitu, kesimpulan tersebut harus dikeluarkan dari dokter melalui pemeriksaan lebih lanjut. Disinggung soal berapa lama menggunakan narkoba. Kombes Didi mengaku belum mengetahui hal tersebut. “Saya belum tahu, dan itu belum saya tanyakan (dokter),” ujarnya.