Pagi Dini Hari, Warga Dihebohkan Kabar Tsunami Melanda Kota Gunungsitoli

0
386
Tsunami yang melanda Palu akibat gempa.(Foto: Ist/Tribunn)

Nias, NAWACITA– Pagi dini hari pukul 04.00 wib, Kamis (10/1), warga pesisir pantai di Kota Gunungsitoli Nias, Kepulaun Nias dihebohkan dengan kabar adanya Tsunami.

Kabar ini beredar cepat ditengah masyarakat sehingga membuat warga panik dan resah akibat kabar tersebut.

Juli warga Kota Gunungsitoli, Kamis, mengaku sudah mendengar isu air laut surut dan sepanjang sepengetahuannya hal tersebut merupakan pertanda akan terjadi tsunami di Kota Gunungsitoli.

“Kami sudah dengar isunya, dan hari ini kami tidak izinkan anak anak sekolah karena takut jika benar akan terjadi tsunami,” ucap, Kamis (10/1),

Hal yang sama juga dikatakan Kris warga Desa Lasara, Kota Gunungsitoli, yang mengaku telah mendengar isu tersebut tetapi tetap beraktifitas seperti biasa.

“Pagi ini banyak saya melihat warga yang mengungsi ke desa kami, mereka takut terjadi tsunami dan untuk menyelamatkan diri mereka mengungsi ke daerah yang lebih tinggi,” ujarnya.

Di tempat berbeda, salah seorang warga bernama Diel yang sedang memantau pasang surut air laut di Pasar Luaha mengaku tidak melihat air laut surut seperti akan tsunami. Dirinya menerima kabar dari tetangga, bahwa air laut sudah naik, sehingga mereka keluar rumah untuk menyelamatkan diri bersama keluarga.

“Ada info bahwa di Sibolga air laut surut dan akan terjadi tsunami di tempat kami, makanya di cek di tepi pantai ini,” ujar Diel.

Menyikapi hal tersebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Gunungsitoli, Sumatera Utara, mengimbau masyarakat di kawasan pantai Kota Gunungsitoli dan sekitarnya tidak terpancing isu hoax.

BMKG meminta masyarakat untuk selalu berpedoman kepada informasi yang valid dan tidak mudah panik dan harus waspada dengan beragam informasi hoax tersebut.

“Hingga saat ini, alat kami masih belum mencatat adanya peningkatan getaran maupun adanya ketinggian signifikan dari permukaan air laut, seperti biasa fenomena umum pasang surut,” ujar Djati Cipto Kuncoro kepada awak media melalui sambungan telefon.

 

(Red: Bee, sumber Kompas/Ant)