11.000 TKK Kota Bekasi Terancam 3 Bulan Tak Terima Gaji

47
211

Bekasi NAWACITA – Nasib Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi sungguh mengenaskan. Sebanyak 11.000 TKK itu tidak berdaya lantaran gaji bulan Desember 2018 yang biasanya diterima akhir tahun, namun hingga kini tak kunjung diberikan. Bahkan, mereka terancam harus menahan diri selama tiga bulan tidak menerima haknya.

Para TKK yang gajinya dianggarkan di APBD tersebut memperkirakan, gaji mereka bulan Desember 2018 bakal dirapel dengan gaji bulan Januari dan Februari 2019.

“Katanya sih awal Maret 2019 kita baru gajian untuk periode Desember-Februari. Gaji kita telat karena uangnya dari APBD, beda dengan PNS dari APBN,” kata Lin, salah satu TKK Pemkot Bekasi, Rabu (9/1).

Lin mengaku kenyataan ini menyakitkan, lantaran ibu dari satu putri ini terpaksa pinjam kanan kiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga Februari nanti.

“Saya sampe pinjam teman untuk beli susu anak, kebutuhan susu kan ga bisa nunggu sampe tiga bulan,” keluhnya.

Lin mengaku tidak tahu penyebab keterlambatan gajinya. Dia juga heran, biasanya gaji akhir tahun tidak pernah telat dibayar pemerintah daerah karena sudah anggarannya sudah dialokasikan sejak awal tahun.

Sedangkan di awal tahun, pembayaran gaji biasanya memang telat karena menunggu pengesahan APBD Kota Bekasi antara eksekutif dengan legislatif.

Keterlambatan gaji TKK di Pemkot Bekasi ini bukan yang pertama, bulan Oktober 2018 lalu, belasan ribu TKK ini juga mengalami keterlambatan gaji.

Informasinya, persoalan ini dipicu oleh defisitnya APBD Kota Bekasi 2018 sebesar 900 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi Sopandi Budiman mengatakan, pembayaran gaji TKK masih dalam proses pencairan. Dia memprediksi, gaji TKK bulan Desember 2018 akan dibayar pada bulan Februari 2019 bersamaan dengan gaji bulan Januari 2019.

“Sistem kerja TKK kan bekerja dulu setelah itu kita bayar. Nanti gajinya akan dirapel dengan bulan sebelumnya,” kata Sopandi.