Pemkot Bekasi Perlu Minimalisir Volume Sampah Rumah Tangga

2
213

Bekasi NAWACITA – Volume sampah rumah tangga masyarakat Kota Bekasi Jawa Barat terus meningkat. Dinas Lingkungan Hidup setempat mencatat volume sampah rumah tangga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang pada 2018 bertambah 300 ton per hari.

“Jumlah sampah tahun 2018 meningkat menjadi 900 ton,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi, di Bekasi, Selasa (8/1).

Lutfi menjelaskan, Kota Bekasi diklaim telah mengalami perkembangan pesat dalam kurun waktu lima tahun terakhir melalui maraknya pendirian perumahan baru serta tempat usaha.

Penambahan volume sampah itu merupakan konsekuensi atas perkembangan kawasan serta penambahan jumlah penduduk.

Karena itu, kata dia, bertambahnya volume sampah di TPA Sumurbatu perlu diantisipasi. Hal itu, kata dia, dilakukan dengan meminimalisasi volume sampah langsung dari sumbernya.

Situasi TPA Sumurbatu seluas 15.8 hektare saat ini, menurut Lutfi, telah mengalami overload atau kekurangan kapasitas tampung.

Upaya mengantisipasi sampah longsor selama ini hanya mengandalkan delapan alat berat untuk memangkas serta memadatkan sampah dari 12 kecamatan setempat.

Upaya meminimalisasi volume sampah dari sumbernya, ia menerangkan, juga dilakukan melalui program pemilahan jenis organik dan nonorganik di rumah tangga.

Ia menambahkan, sampah yang telah terpilah bisa diproses melalui bank sampah di lingkungan warga menjadi barang tepat guna.

“Kalau organik bisa diproses menjadi pupuk dan sejenisnya, sedangkan nonorganik bisa didaur ulang jadi benda kerajinan tangan ataupun biji plastik untuk dijual,” katanya.

Comments are closed.