Pabrik Kosmetik Ilegal di Samarinda Omzet Miliaran

2
316

Samarinda NAWACITA – Pasca penggerebegan sebuah pabrik pembuatan kosmetik di Kota Samarinda Kalimantan Timur yang ditengarai memproduksi barang-barang ilegal pada Kamis (3/1) lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Samarinda bekerja sama dengan Polresta Samarinda berhasil mengungkap praktik pembuatan kosmetik ilegal dengan omzet mencapai miliaran rupiah perbulan di lokasi pembuatan kosmetik ilegal di Jalan Perjuangan II, Samarinda.

Kepala Bidang Penindakan BPOM Samarinda Siti Chalimatus S, menjelaskan, pihaknya mengamankan tujuh orang dan sejumlah barang bukti pembuatan kosmetik ilegal di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan, kata Siti, pelaku berinisial AM (25) kini ditetapkan sebagai tersangka.

“Petugas menetapkan seorang pelaku bersinisial AM sebagai tersangka yang merupakan pemilik, sedangkan enam orang lainnya hanya sebagai saksi yang merupakan karyawan pelaku,” kata Siti di Samarinda, Senin (7/1).

Siti menjelaskan, ada sebanyak 41 produk kosmetik yang berhasil diproduksi, dan produk pemutih merupakan barang yang paling laris terjual.

“Berdasarkan keterangan pelaku AM, perusahaan ini telah beroperasi sejak 2017 lalu, dan katanya penghasilan per harinya mencapai Rp80 juta, jadi perbulannya mencapai Rp1 miliar lebih,” katanya.

Ia menambahkan, dari keterangan pelaku ternayata barang tersebut tidak hanya diperjualbelikan di wilayah Kaltim saja, namun telah dipasarkan ke Pulau Jawa, dengan menggunakan pemasaran online. “Pelaku memasarkan produknya dengan memanfaatkan media sosial, serta akun jual beli barang online,” ujarnya.

Menurut Siti, pelaku mengakui bahwa dia belajar membuat kosmetik ilegal dari menonton Youtube.

“Karena banyak peminatnya, akhirnya pelaku memproduksi banyak dan menjualnya,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 197 juncto Pasal 106 ayat 1, UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009, dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun kurungan.

Siti menambahkan, kosmetik illegal dapat menyebabkan kerusakan fungsi organ tubuh, hingga menyebabkan kematian bagi penggunanya.

“Kosmetik yang dihasilkan oleh pelaku ini mengandung merkuri yang merupakan bahan berbahaya, yang tidak boleh digunakan, karena merkuri ini sejenis logam berat,” jelasnya.

Sebelumnya, penggerebekan yang dilakukan petugas pada Kamis (3/1) siang lalu, sekira pukul 13.30 WITA, petugas menemukan enam karyawan di bangunan rumah 1 lantai yang sedang asyik meracik kosmetik. Mereka tidak berkutik saat digerebek petugas.
Di rumah itu, petugas gabungan menyita 1 mobil, 40 produk dan kosmetik. Serta 5 ember berisi bahan kosmetik pemutih, lulur, bleaching dan handbody. Tak hanya itu, peralatan lain hingga bahan kimia untuk oplosan krim kosmetik juga ikut disita.

Comments are closed.