Rawan Bencana, Pemprov Jabar Bentuk Santri Siaga Bencana

52
117

Bandung NAWACITA – Seringnya terjadi bencana alam di wilayah Jawa Barat, mendorong Pemprov setempat membentuk Santri Siaga Bencana. Jawa Barat salah satu wilayah yang disebut sebagai wilayah rawan bencana alam, dari gerakan tanah juga adanya patahan atau sesar aktif di bawahnya yang dikenal dengan sesar lembang.

Dengan kondisi seperti ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melatih para santri untuk siaga bencana.
Disela-sela acara Reuni Akbar Alumni Jurnalistik UIN Bandung, di Aula Gedung Abjan Sulaeman, Kampus UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan, langkah dibentuknya Santri Siaga Bencana ini untuk menanggulangi dampak bencana yang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Barat.

“Kami akan membuat program santri siaga bencana. Santri diminta oleh kami dengan izin para Kiai akan dilatih kesiapsiagaan bencana,” kata Uu, Minggu (6/1)

Dibentuknya santri siaga bencana ini, kata Uu, menyusul dibentuknya sejumlah tim siaga bencana lainnya dari organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat, dan organisasi masyarakat islam.
Uu menambahkan, potensi bencana alam pun berpotensi terjadi di Jawa Barat, termasuk di wilayah Iingkungan pesantren, baik diperkotaan, pegunungan, maupun daerah pesisir pantai.

Wagub menjelaskan, nantinya, santri-santri tersebut akan dibiayai oleh pemerintah provinsi, untuk dibekali ilmu kesiapsiagaan bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat.

Uu berharap, kesiapsiagaan bencana tersebut, tidak hanya dilakukan oleh unsur kepemerintahan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tetapi oleh ribuan santri di Jawa Barat.

“Jangan hanya Polri, TNI tapi kita bantu bersama-sama. Dilatih (dulu) agar santri dan kiai juga tahu cara menolong saat bencana, supaya ketika ada bencana, tidak lagi harus bingung harus bertindak atau berbuat apa,” katanya.
Dalam SK Gubernur Jawa Barat Nomor: 362/Kep.1211-BPBD/2018, Pemrov Jabar menetapkan siaga darurat banjir dan tanah longsor mulai 1 November 2019. Dalam SK tersebut, diminta untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi di wilayah Jawa Barat.

Kemudian, diminta untuk inventarisir kesiapan dan pengerahan sumber daya manusia, peralatan, serta logistik yang ada serta yang diperlukan untuk penanganan apabila terjadi bencana.

Comments are closed.