Kebut 40 Proyek Infrastruktur di Jabar, Kang Emil Bakal ‘Ngabret’

55
337

Bandung NAWACITA – Tahun 2019 ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berjanji bakal mempercepat pengerjaan lebih dari 40 proyek strategis di Jabar. Untuk itu, Kang Emil, panggilan Gubernur Jabar ini bakal melakukan ‘ngabret’, dan mengajak seluruh warga Jawa Barat menyambut Tahun Baru 2019 dengan penuh rasa optimistis.

Pada acara Muhasabah dan Refleksi Akhir Tahun di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung, kang Emil menyampaikan, 40 proyek yang bakal dikerjakan meliputi pembangunan infrastruktur serta revitalisasi kawasan wisata di Jawa Barat.

“Mudah-mudahan 2019 kita fokus ngabret membangun, menunaikan janji, melayani masyarakat membangun Jawa Barat yang Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur. Saya juga berharap mudah-mudahan Jawa Barat dijauhkan dari bencana marabahaya,” ungkap Emil, Senin (31/12) malam.

Beberapa proyek yang akan dikebut, di antaranya revitalisasi Kalimalang, Waduk Darma, Pantai Pangandaran, Situ Bagendit, Situ Ciburuy, Gunung Padang, serta pembangunan alun-alun di Cirebon, Sumedang, Tasikmalaya, dan Sukabumi.

“Mudah-mudahan kita bertemu lagi di Desember 2019 semua perubahan yang dijanjikan selama kampanye Insyaallah semua bermuara pada hasil maksimal. Mulai jalan mulus, pariwisata, pendidikan karakter, desa mandiri dan segala rupa. Semua dimensi kami sentuh termasuk dimensi keagamaan dengan programnya. Dan inilah wajah Jabar yang harus kita jaga sebagai provinsi paling inovatif di Indonesia,” paparnya.

Kang Emil berharap, pembangunan berjalan lancar.

“Saya pesan jangan bertengkar, mulai dari pikiran, lisan, tulisan, sehingga pilihan di April nanti bebas karena itu hak masing- masing, tapi jangan mengganggu ukuwah Islamiyah kita,” ujarnya.

Melalui kegiatan Muhasabah Akhir Tahun ini, menurut dia, menjadi salah satu agenda tahunan yang berfaedah. Ia pun mengimbau warga supaya tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan. Pasalnya, malam tahun baru ini lebih baik diisi dengan perenungan sebagai refleksi diri untuk hadirnya pribadi yang lebih berkualitas.

“Tahun ini banyak bencana, musibah, setahun ini ada tsunami di beberapa lokasi. Saya mengimbau masyarakat Jawa Barat kurangi perayaan terlalu ramai,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan dzikir bersama menyambut pergantian tahun, juga dilakukan oleh 300 remaja Mesjid Al-Ikhsan DKM Darul Hikam Bandung.

Ketua Remaja Mesjid Al-Ikhsan Darul Hikam, Surya Pratama menuturkan, kegiatan ini bertujuan mengajak generasi milenial dan warga Kota Bandung untuk tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan. Namun, diisi dengan berbagai kegiatan positif lain.

“Di sini kami mencoba menggulirkan program lawan petasan dengan zikir,” ujarnya.

Kegiatan yang mengusung tema Remaja Berdzikir ini berlangsung dari ba’da Isya yang diisi dengan berbagai talkshow dengan menghadirkan dua dosen Unisba dan kader Darul Hikam. Sedangkan acara puncaknya sendiri akan dilakukan zikir bersama pada pukul 23.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan salat Tahajud dan ditutup kuliah subuh.

Comments are closed.