Wapres Jamin Pemerintah Lindungi TKI di Luar Negeri

1
214

Hadiri Peringatan Hari Pekerja Buruh Migran

Sukabumi NAWACITA : Pemerintah berkomitmen akan melindungi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri, khususnya yang mengalami kasus kekerasan dan kasus hukum di luar negeri.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan hal tersebut saat menghadiri peringatan hari pekerja buruh migran, sekaligus penyerahan penghargaan buruh migran tahun 2018 oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI di Asrama Haji Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (18/12).

“Pemerintah, baik itu Kementeriannya maupun Undang-undang, melindungi (TKI) dengan baik. Semuanya Insha Allah terlindungi dengan baik, petugas kita di luar negeri berkewajiban menjaga,” kata Wapres.

JK mengatakan, bekerja di luar negeri tidak selalu menyenangkan.

“Ada kasus kasus yang menyulitkan dan memberikan efek buruk, ada yang dihukum, tapi juga ada yang berbahagia bisa membangun rumah, memberi sekolah kepada anaknya,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya mengingatkan, para TKI harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan sesuai kebutuhan kerja. Selain itu, kata JK, pengetahuan terhadap negara tujuan juga penting untuk memberi pengetahuan sosial dan budaya. Oleh karenanya, kata Wapres, dibentuk lembaga pelatihan tenaga kerja seperti Balai Latihan Kerja (BLK), adalah untuk memberikan pelatihan dan kemampuan kepada calon Tenaga Kerja Indonesia dikirim ke luar negeri.

“Harus siap dulu, siap mental, siap fisik, bekerja di daerah berbeda apalagi Timur Tengah memerlukan fisik bagus. Berbeda dengan Indonesia, berbeda budaya, kita makan jam 7, orang Arab makan malam, atau budaya lainnya kebisaan berbeda,” kata Jusuf Kalla.

Sementara Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri menyatakan Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri lebih dari 4 juta jiwa.

“Untuk itu, kata Hanif, pemerintah berkomitmen memberikan jaminan sosial, jaminan kematian hingga jaminan hari tua,” kata Hanif.

Comments are closed.