Di Bogor Terjadi Angin Puting Beliung Yang Menelan Korban Jiwa

64
257
(Angin Puting Beliung di Bogor | Sumber foto: opsi.id)

Memasuki musim pancaroba yang panas, gerah, dan disusul dengan hujan, masyarakat Indonesia harus mulai waspada dengan terjadinya angin puting beliung, seperti yang telah terjadi di Bogor, Jawa Barat. Yang memakan korban jiwa.

Angin kencang dan puting beliung yang melanda wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Pada Kamis sore mengakibatkan seorang pengendara mobil meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang.

lokasi kejadian di Jl Lawang Gitung menuju Istana Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Data yang dilansir Kepolisian dan anggota Danramil Kota Bogor mengungkap seorang korban bernama Enny Retno usia 45 tahun warga BNR cluster Nirwana tewas setelah mobil Avanza warna silver yang ditumpanginya tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang.

Peristiwa angin kencang dengan kecepatan sekitar 30 knot (50 km per jam) mengakibatkan tiga pohon jenis kenari tumbang, dan menimpa satu unit angkot dan empat kendaraan roda dua, serta satu unit mobil minibus yang ditumpangi korban yang bernama Enny Retno tersebut .

“Kami menerima laporan dari Dandim Kota Bogor langsung dari petugas yang ada di lapangan, saat ini petugas masih melakukan penanganan evakuasi pohon tumbang,” kata Kepala Penerangan Korem 061/Suryakancana, Kota Bogor, Mayor Ratno.

Petugas gabungan dan TNI dan Polri serta anggota BPBD telah turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban. Hingga berita ini diturunkan jenazah korban telah dibawa ke RS PMI Bogor.

Sebelumnya BMKG Stasiun Klimatologi Bogor telah menjelaskan angin kencang yang melandar wilayah Bogor Selatan karena aktivitas awan Kumulonimbus (CB) yang cukup matang di atas wilayah tersebut.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra menyebutkan, kecepatan angin yang melanda wilayah Batu Tulis dan sekitarnya di Kecamatan Bogor Selatan sekitar 30 knot (50 km per jam) dalam satu hembusan.

Menurutnya, angin kencang ini terjadi karena bentukan awan CB yang cukup matang di wilayah Bogor Selatan. Situasi ini berpotensi terjadi selama puncak musim hujan yang berlangsung di wilayah Bogor hingga akhir Februari 2019.

“Sapuan angin mencapai 100 meter hingga satu kilometer mengikuti arah angin,” kata Hadi.

Selain angin kencang, hujan disertai petir dan kilat juga melanda wilayah Kota Bogor. Hujan ini berlangsung selama kurang lebih satu jam lamanya, hingga berita ini diturunkan hujan sudah mulai reda kembali (16.43 WIB).

Untuk itu, lanjutnya, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan ekstrim yang masih berpotensi terjadi, dengan melihat tanda-tanda seperti diawali dengan petir.

Sementara itu tim gabungan TNI dan Polri serta anggota BPBD sedang melakukan evakuasi terhadap pohon-pohon yang tumbang yang menutup badan jalan, sehingga menyebabkan arus lalu lintas di jalan tersebut menjadi macet.

Comments are closed.