Pelabuhan Angin Gunungsitoli Berbenah Menjadi Gerbang Utama Di Kepulauan Nias

0
572
Mardi Loi kepala Syahbandar Pelabuhan Angin Gunungsitoli

Nias, NAWACITA– Pelabuhan Angin Kota Gunungsitoli telah menerapkan standar operasional  berstandar Nasional dalam menegakkan keselamatan pelayaran untuk memberikan kenyaman dan keamanan kepada para pengguna transportasi laut.

Sebagai pintu gerbang masuk di Kepualuan Nias, Pelabuhan Angin mulai berbenah agar para penumpang dan kapal yang bersandar bisa menikmati pelayanan walaupun berada didaerah terjauh dan terpencil.

Merdi Loi kepala Syahbandar Pelabuhan Angin Gunungsitoli menuturkan, pelabuhan angin sekarang ini sudah mulai tertata dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kepulauan Nias. Sebagai terminal keberangkatan, maka berbagai pelayanan keamanan di

“Kami telah menegakkan standar pelayanan yang sesuai SOP demi keselamatan pelayaran. Ini menjadi fokus kami dalam bertugas saat ini, kata dia kepada Nawacitapost, Kamis (16/8).

Diterangkanya,  pertama yang telah dilakukan dalam memberikan pelayanan tersebut yaitu menghindari para pedagang yang masuk dalam area pelabuhan dan didalam kapal. Sekarang para pedagang telah ditata lokasinya.

“Kita sudah menyiapkan tempat khusus bagi pedagang untuk berjualan. Jangan lagi mereka naik diatas kapal yang bisa menggangu para penumpang baik yang naik kapal ataupun yang telah berada diatas kapal, tutur Merdi Loi.

Yang kedua yaitu melakukan pengecekan sesuai standar operasional sebelum kapal berangkat. Mulai dari kelayakan kapal, navigasi, permesinan, listrik, alat keselamatan, muatan dan penumpang harus sesuai.

“Kita tidak mengeluarkan surat persetujuan berlayar bila kapal tidak memenuhi syarat laik untuk berlaut, “ucapnya.

Dan ketiga, kerjasama antara BMKG dan para pihak kapal terus dikuatkan dalam menjaga para penumpang maupun kapal itu sendiri agar terhindar dari bahaya saat melakukan pelayanan.

“Saya selalu meningkatkan hubungan ini. Kerjasama yang baik akan memberikan manfaat besar terhadap pelayanan dan keamanan pelayaran di Kepulauan Nias, ungkapnya.

Dilanjutkanya Merdi Loi, pelabuhan angin saat ini telah melayani keberangkatan kapal dalam seminggu sekitar 15 unit-20 unit per minggu dengan tujuan Sibolga, Singkil-Aceh, Teluk Bayur-Padang dan Jawa. Kunjungan dan kedatangan kapal ini melayani tranportasi untuk angkutan orang dan barang.

“Kapal yang berangkat dan datang membawa penumpang dan barang. Frekuensi kunjungan diharapkan bisa semakin meningkatkan dengan status pelabuhan yang meningkat pula. Ini target kami kedepan menaikkan status pelabuhan Angin agar bisa melayani banyak kunjungan kapal, tandasnya.

 

 

 

(Red: Hulu)