Tim Seleksi KPU Nias Selatan Tabrak Aturan, Abaikan PKPU No.1 Tahun 2018

10
859
Tandronafaudi Laia pendaftar calon anggota KPU Nias Selatan

Jakarta, NAWACITA– Tim seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota Sumatera Utara V (Kabupaten Nias Selatan) periode 2018-2023 diduga melanggar PKPU no. 1 tahun 2018.

Dalam pengumuman hasil penelitian administrasi, Tim seleksi menggagalkan salah satu pendaftar dengan alasan masalah jenjang pendidikan yang masih lulusan sekolah menengah atas (SMA).

Peristiwa ini menimpa Tandronafaudi Laia yang mendapatkan kabar ketidaklolosan administrasi dari timsel karena pendidikan.

Kepada Nawacitapost, Selasa (7/8) Tandronafaudi Laia mengungkapkan bahwa dirinya disingkirkan secara tidak adil karena Timses mengabaikan aturan terkait persyaratan bagi calon anggota KPU Tingkat Kabupaten/Kota.

“Di PKPU no. 1 tahun 2018 pasal 5 dan surat edaran dari Timsel sendiri terkait persyaratan bahwa lulusan SMA hanya bisa mendaftar ditingkat Kabupaten/Kota. Kok saya tidak diloloskan karena status pendidikan SMA, “ujarnya.

Dilanjutkan Tandronafaudi, seharusnya seorang Timsel harus memahami dasar-dasar persyaratan calon anggota yang mendaftar dan tidak mengabaikan aturan tersebut.

“Mereka diangkat sebagai Timsel karena pemahaman mereka. Kok aturan malah dilanggar, katanya.

Atas kesalahan ini, maka Timsel harus melakukan pengumuman kembali hasil administrasi yang objektif dan terbuka kepada para calon pendaftar. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi dari calon yang diloloskan secara administrasi.

“Saya meminta Timsel harus bisa profesional untuk menilai. Sebagai penyelenggara demokrasi maka jalankan demokrasi itu dengan sebaik-baiknya, bukan malah menghancurkan demokrasi itu sendiri, jelasnya.

 

(Red: Pendi)

Comments are closed.