Ultimatum Anies: Mulai Besok, Operasional di Hotel Alexis Berhenti Total

11
177
Hotel Alexis, Jl RE Martadinata, Ancol, Jakarta Utara

Jakarta, NAWACITA-  Praktik prostitusi dan perdangangan manusia di tempat hiburan malam Hotel Alexis segera ditutup total. Rencana eksekusi yang dilakukan pada Jum’at kemarin (23/030 bocor sehingga Anies merubah jadwal eksekusi besok.

 

Sebelumnya, Hotel Alexis mempunyai Griya Pijat yang terbukti menjadi ajang para hidung belang mencari kesenangan hingga diclaim sebagai surga dunia di Ibukota Jakarta.

 

Oleh karena itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil langkah tegas terhadap tempat hiburan malam yang melanggar aturan.  Hotel Alexis menjadi penutupan pertama yang dilakukan di pemerintahan Anies di Provinsi DKI Jakarta.

 

Pemprov telah mengirimkan surat pencabutan izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) sejak Jumat, (23/3/2018) lalu kepada PT Grand Ancol Hotel atau pihak pengelola Hotel Alexis

 

Dalam surat tersebut pihak pengelola hotel diberikan waktu selama 5X24 jam yang terhitung sejak pekan lalu untuk mengentikan seluruh kegiatan usahanya. Adapun pencabutan izin TDUP ini akan mulai berlaku pada Rabu (28/3/2018) besok.

 

“Apabila besok belum dilakukan penutupan maka Pemerintah Provinsi [Pemprov] DKI Jakarta akan melakukan penindakan. Kita berharap PT Grand Ancol Hotel untuk mentaati keputusan Pemprov DKI,” kata Anies, Selasa (27/3).

 

Menurutnya, alasan pencabutan izin TDUP ini berdasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

 

Dalam pasal 14 Perda tersebut menyebutkan tiap pengusaha pariwisata turut serta mencegah segala bentuk perbuatan yang melanggar kesusilaan dan kegiatan yang melanggar hukum di lingkungan tempat usahanya.

 

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta menilai pengusaha pariwisata hotel tersebut melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

 

Adapun dalam Pergub Nomor 18 Tahun 2018 ini tertulis pihak pengelola dianggap melanggar Pasal 55 tentang memperdagangkan manusia sehingga terjadinya perbuatan asusila dan/atau prostitusi di lokasi tempat usaha pariwisata.

 

 

Dia menegeaskan setiap pelanggaran pelanggaran Perda, terutama yang menyangkut praktik perdagangan manusia, narkoba, prostitusi, dan perjudian.

 

“Bukan narkoba yang ditemukan disitu (hotel Alexis), akan tetapi praktek prostitusi dan perdagangan manusia ditemukan di situ,” imbuhnya.

 

 

 

 

 

(Red: Kur)

Comments are closed.