Jabatan Fungsional Penerjemah Punya Peran Strategis

0
338
Deputi DKK Setkab berfoto bersama seluruh peserta Sosialisasi Jabatan Fungsional Penerjemah, di Swiss-Belhotel, Bandar Lampung, Selasa (16/5). (Foto: Ist)

Nawacitapost.com –  Jabatan fungsional penerjemah mempunyai peran yang cukup strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia agar lebih dikenal dunia internasional.

Hal ini karena banyak kebijakan pemerintah yang perlu diterjemahkan ke dalam bahasa internasional salah satunya bahasa Inggris.
“Salah satu kelemahan Indonesia adalah di bahasa, di kemampuan berbahasa. Kalau kemampuan bahasanya rendah, ya mohon maaf nanti kompetisi dengan negara-negara tetangga juga kurang bagus,” kata Deputi Dukungan Kerja Kabinet (DKK) Sekretaris Kabinet (Setkab), Yuli Harsono, dalam acara Sosialisasi Jabatan Fungsional Penerjemah, di Swiss-Belhotel, Bandar Lampung, Selasa (16/5).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Asisten Deputi Bidang Naskah dan Terjemahan (Naster) Setkab itu, Deputi DKK menjelaskan sejak awal 2016, Setkab ditetapkan sebagai instansi pembina jabatan fungsional penerjemah melalui Peraturan Menteri PANRB Nomor 1 Tahun 2016. Sebelumnya yang berwenang membina jabatan ini adalah Kemensetneg.

“Jabatan fungsional penerjemah adalah wadah bagi PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang memiliki kemampuan sebagai penerjemah untuk memberikan arah dalam meniti jenjang kariernya. Dengan demikian, jabatan penerjemah bagi PNS memiliki kepastian hukum untuk dapat dijadikan satu pilihan profesi,” tambah Yuli.

Bahkan, lanjut Yuli, jabatan ini merupakan salah satu jabatan fungsional dari 125 jabatan fungsional yang diprioritaskan untuk dikembangkan.

Sebagai instansi pembina, Setkab juga mengeluarkan peraturan pelaksana yang mengatur jabatan fungsional penerjemah. Salah satunya melalui Peraturan Seskab Nomor 8 Tahun 2016 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pembinaan jabatan fungsional penerjemah.

Sementara itu Sekretarias Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Lampung, Sutono juga menunjukkan ketertarikan atas profesi ini. Dalam sambutannya, Sutono menyebut bahwa pemerintah provinsi saat ini belum memberikan, menunjuk, dan menugaskan pegawai untuk berfungsional sebagai penerjemah. Namun, karena dirasa penting, Sekda berharap mempunyai jabatan fungsional penerjemah.

“Harapan saya nanti setelah disosialisasi ini kawan-kawan ini coba kita persiapkan juga untuk pegawai-pegawai kita, Aparatur Sipil Negara kita, ikut dikompetisikan, disiapkan untuk menduduki jabatan-jabatan penerjemah ini,” ujar Sutono kepada ASN Provinsi Lampung yang hadir dalam sosialisasi.

Menjawab harapan Sekda, Yuli menegaskan pentingnya jabatan ini untuk membantu penerjemahan naskah-naskah kuno agar generasi sekarang lebih mengetahui sejarah provinsi Lampung. Selain juga dapat membantu mempublikasikan kebijakan Provinsi Lampung agar bisa diketahui dunia internasional. (val)