Asrama Polri Bebas Narkoba Dideklarasikan di Sumatera Utara

0
188
Foto: Net

Nawacitapost.com – Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara bertekad untuk menyatakan bahwa narkoba adalah musuh utama.

“Kita semua masyarakat Sumatera Utara, apapun profesinya menyatakan narkoba musuh utama. Saya beri jempol paten dan mengapresiasi deklarasi asrama Polri bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,’’ cetus Erry usai pendeklarasian di Lapangan Mako Brimob Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Rabu (3/5) sore.

Hadir Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan, anggota DPR RI Junimart Girsang, Raden Muhammad Syafii, Tifatul Sembiring, Hasrul Azwar, Abdul Wahab Dalimunthe, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto, jajaran Kapolres dan kepala BNN Kota/Kabupaten se-Sumatera Utara dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Erry menyebutkan kurang lebih 14 juta jiwa penduduk Sumatera Utara, 350 ribu orang terindikasi narkoba. Ini merupakan angka yang sangat luar biasa besarnya.

“Ini tugas kita bersama menaggulanginya,’’ ujar Erry.

Oleh karena itu, Tengku Erry juga mengatakan bahwa permasalahan narkoba  semakin memprihatinkan dan telah menjadi permasalahan seluruh bangsa, telah menjadi persoalan global.

Dampaknya telah merambah ke hampir seluruh negara, bahkan negara Indonesia termasuk Sumatera Utara. Narkoba telah merambah hingga ke pedesaan dan korbannya sampai di kalangan pelajar. Bahkan tingkat sekolah dasar.

Berdasarkan informasi bahwa, lanjut Erry, bahwa selama tahun 2016, Polda Sumut telah menangani 5.546 kasus narkoba dengan jumlah tersangka mencapai 6.534 orang. Jumlah ini melonjak tajam dibanding tahun 2015 dengan 4.711 kasus dan 6.267 tersangka.

Oleh karenanya gubernur mengatakan, Pemprov Sumut akan terus memberi dukungan bagi program Polri khususnya Polda Sumatera Utara.

“Bersih-bersih kedalam kemudian hajar keluar. Asrama polisi harus bebas narkoba. Kita harus memberikan contoh dimulai dari diri kita maupun organisasi kita. Punya komitmen dulu lalu bisa melakukannya keluar. Ini contoh bagi instansi lain,” tutur Erry. (fajar)