Kemenpar Gelar Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Bali

54
124
Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Bali / Foto: Ist

Nawacitapost.com – Bali begitu istimewa di mata Menpar Arief Yahya. Pertama, 40% wisman masuk ke Indonesia via Bali, sisanya Jakarta 30%, Kepri 20%, dan 10% tersebar luar di daerah lain. Kedua, Bali istimewa karena segudang reputasi dunia dialamatkan ke Pulau Dewata itu. Terakhir, pilihan travellers di TripAdvisor menempatkan Bali sebagai destinasi terbaik dunia.

Bali juga contoh destinasi yang paling lengkap 3A-nya. Atraksi, Akses, Amenitasnya, Sebagai destinasi, Bali paling maju dan oleh Menpar Arief dijadikan ikon pariwisata Indonesia.

“Karena itulah 10 destinasi prioritas pun kami sebut dengan istilah 10 Bali Baru,” ungkap Arief Yahya.

Karena istimewa itulah, maka Kemenpar pun memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan stakeholder Pentahelix di Pulau Dewata. Kali ini, mengundang media di Bali, main komunitas media digital, multimedia, maupun medsos untuk mendiskusikan sektor yang menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi itu.

Mata acaranya, “Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Bali”  yang berlangsung  di Bali Rani Hotel  Kuta, Bali, Jumat (7/4/2017).

Temanya: “Kebijakan Pengembangan Pariwisata 2017: Go Digital, Homestay, dan Aksesibilitas” Host-nya adalah Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar.

Adapun narasumber yang akan tampil di forum bersama komunitas media itu adalah Sekretaris Kementerian Pariwisata (Sesmenpar), Ukus Kuswara ; Staf Ahli Direksi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Ida Bagus Abdi; Sta Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media, M. Noer Sadono; dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha.

Kegiatan Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Bali diikuti 50  jurnalis dari media cetak, online, dan elektronik Bali, NTB, NTT (Forum Wartawan Great Bali) Pengurus Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) Jakarta serta perwakilan media asing di Bali.

Sesmenpar Ukus Kuswara mengatakan, kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional, mengutip pendapat Menpar Arief Yahya adalah kolaborasi pentahelix. Lima stakeholder yang solid, yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. “Kerjasama  Indonesia Incorporated menjadi spirit kekuatan untuk mewujudkan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara. (rian)

Comments are closed.