Di NTT, Menteri Pertanian Diberi Gelar Ama Nai

12
163
Menteri Pertanian Amran Sulaiman / Foto: Net

Nawacitapost.com –  Menteri Pertanian Amran Sulaiman dinobatkan  menjadi Ama Nai (orang yang dituakan) oleh tetua adat saat berkunjung ke Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/3/2017).

Bupati Kabupaten Belu, Willi Broduslai, menjelaskan penobatan tersebut atas dasar permintaan masyarakat Belu, khususnya Desa Kenebibi, yang sangat senang dengan kehadiran Mentan.

“Masyarakat begitu senang dengan kedatangan Menteri. Belum pernah ada Menteri yang datang ke sini. Mereka kemudian mengusulkan untuk menobatkan Pak Menteri menjadi tokoh adat,” kata Willi, di Desa Kenebibi, Selasa (14/3/2017).

Mentan yang tiba di Desa Kenebibi sekitar pukul 10.30 Wita, disambut dengan tarian adat. Setelah itu Mentan menuju ke kebun jagung dan kebun kacang panjang untuk memanen secara simbolik. 25 hektar dari sekitar 100 hektar jagung dipanen hari ini.

Setelah itu, Mentan kemudian menuju ruang ganti untuk memakai pakaian adat Belu. Keluar dari ruang ganti, Mentan kemudian menuju tenda, tempat acara. Di sana dia dinobatkan sebagai Ama Nai.

Dalam sambutannya, Menteri Amran mengaku gelar Amanai yang dinobatkan kepadanya merupakan gelar yang sangat berat tanggungjawabnya.

“Hari ini kami ditunjuk sebagai Ama Nai. Itu ditunjuk tidak sembarang. Kalau sudah jadi Ama Nai berarti harus jadi program ini,” tegasnya.

Mentan mengingatkan bahwa dia ingin menjadikan Kabupaten Belu dan Malaka sebagai daerah penghasil jagung dan kacang panjang. Jika program yang dicanangkannya tidak berhasil dalam tiga bulan ini, maka dia akan mencopot jabatan Ama Nai.

“Ini perintah Ama Nai, kalau tidak (berhasil) keluar dari Ama Nai,” tegasnya yang disambut dengan tepuk tangan oleh warga yang hadir.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur NTT Frans Leburaya, Bupati Belu Willi Broduslai, Bupati Malaka Stefanus dan dengan jajaran mereka masing-masing. (val)

 

Comments are closed.