Menteri Pertanian Andi Amran / Foto: Net

Nawacitapost.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja dalam rangka panen raya dan penyerapan gabah petani ke Provinsi Jawa Tengah, setelah sebelumnya melakukan panen raya di Provinsi Jawa Timur.

Diawali dengn kunjungan ke Desa Megulung Kulon, Kecamatan Pituluh, Purworejo, Jawa Tengah, Andi Amran mengatakan seluruh gabah hasil panen petani harus diserap Bulog sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.700 per kilogram dengan kadar air 25 persen.

“Saat ini perhatian presiden kepada petani luar biasa. Begitu mendengar harga turun, langsung perintahkan kami turun langsung ke lapangan melihat kondisi dan memberikan solusi kepada petani,” ujar Andi Amran dalam keterangannya, Sabtu (11/3/2017).

‪Amran kemudian berdialog dengan Babinsa, penyuluh dan petani. Dari dialog tersebut terungkap bahwa harga jual gabah masih banyak di bawah HPP, yaitu sekitar Rp 3.000 sampai Rp 3.200 per kilogram

‪”Saya sedih mendengar harga Rp 3.200. Saya harap tiga hari kemudian tidak ada lagi harga Rp 3.200, semua menjadi Rp 3.700,” ujarnya.

‪Amran juga menginstruksikan kepada Subdivre Bulog, kepala desa, camat, Babinsa, PPL dan penyuluh pertanian untuk bersinergi, bergerak bersama membantu petani agar penyerapan gabah berhasil.

“Kita banjiri gudang Bulog. Target tiga bulan gudang Bulog sudah penuh terisi dengan harga yang tidak merugikan petani,” katanya.

‪‪Dalam kesempatan itu, Amran juga menyerahkabn bantuan dari Kementerian Pertanian berupa hand tractor, traktor roda empat, traktor roda dua, rice transplanter dan combine harvester kepada petani di Desa Menggulung Kulon. Khusus untuk combine harvester, Amran mendelegasikan tugas kepada Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) untuk mengoperasionalkan bantuan alat pertanian agar para petani dapat belajar berwirausaha secara mandiri.

Baca juga :  Kapolsek AKP Firuddin Bantu Warga Korban Bencana

‪”Kami anggarkan khusus untuk para pemuda ini triliunan. Agar mereka dapat hidup mandiri dan tidak perlu datang ke kota untuk menjadi tukang batu atau menjadi pengangguran,” katanya. (rian)