Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Masih Ditahan Di Gedung KPK

0
184
Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin saat tiba di gedung KPK. (Foto: Kompas)

Jakarta, NAWACITA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin terkait kasus dugaan suap perizinan proyek hunian Meikarta.

Bupati Neneng tiba dikantor KPK pada senin malam sekitar pukul 23.25 WIB. Dia menjadi salah satu tersangka dari sembilan nama yang telah ditetapkan oleh KPK.

Saat tiba digedung KPK Neneng mengenakan pakaian berwarna hijau muda dan jilbab batik. Neneng tidak berkomentar apa pun saat ditanyai awak media.

Neneng langsung masuk ke ruang lobi gedung KPK. Tidak lama kemudian ia menuju ruang pemeriksaan penyidik KPK.

Orang nomor satu di Bekasi ini diduga menerima suap berjamaah dari pihak swasta. Bupati Neneng dan para kadis dan kabid disangka melanggar Pasal 12 a atau Pasal 12 b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam jumpa pers di Gedung KPK menegaskan bahwa Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan beberapa pejabat daerah dilingkungan pemerintah Bekasi ditetapkan sebagai tersangka.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan sembilan orang sebagai tersangka,” ujar Laode M Syarif.

Syarif mengatakan, Bupati Neneng an kawan-kawan menerima hadiah atau janji Rp 13 miliar terkait proyek tersebut.

Diduga, realiasasi pemberian sampai saat ini adalah sekitar Rp 7 miliar melalui beberapa Kepala Dinas.

“Keterkaitan sejumlah dinas lantaran proyek tersebut cukup kompleks, yakni memiliki rencana membangun apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga tempat pendidikan. Sehingga dibutuhkan banyak perizinan,” kata Syarif.

 

 

 

(Red: Faiz, sumber Ist)

Tinggalkan Balasan