BPKN Sebut Transaksi E-commerce Travel Banyak Dikeluhkan Konsumen

0
49

Jakarta NAWACITA – Transaksi e-commerce banyak dikeluhkan konsumen. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengaku banyak menerima pengaduan terkait transaksi e-commerce yang merasa dirugikan.

BPKN pun menilai dunia e-commerce Indonesia masih mengkhawatirkan konsumen.

Wakil Ketua BPKN, Rolas Sitanjak menyebutkan, pengaduan transaksi e-commerce yang mencapai 40 aduan dari 500 aduan sejak September 2017.

Kasus yang terjadi kepada konsumen pun, menurut Rilaw, beragam. Mulai dari transaksi travel hingga pembelian barang di toko online.

“Bisa beli barang ataupun travel. Banyak juga yang menipu,” kata Rolas, Senin (17/12).

Rolas menyebutkan, e-comerce yang memiliki kasus aduan konsumen paling banyak adalah kasus transaksi travel. Bahkan ia menyebutkan nama travel tersebut.

“Paling banyak Traveloka, karena sampai ada gugatan, kalau ada persoalan sampai harus ke Singapura,” bebernya.

Disebutkan pula nama marketplace jual beli barang.

“Lazada dan Tokopedia juga ada, mungkin karena mereka besar jadi banyak masalah juga,” ungkapnya.

Dibeberkannya, pernah ada satu kasus penipuan yang aduannya sampai di BPKN. Bahkan, kasus tersebut hingga berhubungan dengan bea cukai.

“Ada satu kasus beli stroller bayi dilihat harganya murah, barang mahal harganya murah. Saat ditransfer uangnya barangnya mau dikirim, eh ditelpon bea cukai kalau barangnya nggak benar, ini modus penipuan,” ungkap Rolas.

Seharusnya, lanjut Rolas, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo) dapat mengawal para penjaja barang e-comerce. Dia mengatakan harusnya ada regulasi yang jelas untuk mengatur hal tersebut.

“Kominfo harusnya bikin regulasi agar perusahaan online bisa dipercaya. Jadi, ketika anda beli, ada data yang menunjukkan kalau perusahaan ini benar, banknya benar juga, pokoknya harus bisa dipercaya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan