BNN Tangkap Penyelundup 30 Ribu Ekstasi dan 105 Kg Sabu Milik Anggota DPRD Langkat

0
129
BNN menangkap Firdaus tersangka kasus Narkoba jaringan anggota DPRD Langkat

Jakarta, NAWACITA– Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap Firdaus alias Daus seorang tersangka kasus narkoba yang diduga jaringan dari oknum anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Partai Nasdem Ibrahim alias Hongkong.

Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari penyelundupan tiga karung goni sabu dan 30 ribu butir ekstasi di perairan Aceh. Narkoba tersebut merupakan milik anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara, berinisial IH.

“Daus ditangkap pagi ini di bandara di Aceh saat baru tiba dari Kuala Lumpur.  Dan merupakan tersangka lain dari kasus penyelundupan sebanyak 105 kilogram sabu dan 30.000 butir ekstasi,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari seperti dilaporkan dibeberapa media, Rabu (23/8).

Daus adalah suruhan dari Ibrahim alias Hongkong untuk mengantar shabu dengan menggunakan “speedboat” dari Pulau Penang, Malaysia ke tempat serah terima di tengah laut, katanya.

“Dia berupaya mengelabui petugas dengan membeli tiket pesawat dari Penang tujuan Aceh.  Setelah melakukan cap paspor di Imigrasi bandara, ternyata Daus tidak berangkat kemudian keluar bandara dan pergi ke Kuala Lumpur,” ujar Arman.

Saat tiba di Kuala Lumpur, Daus membeli tiket pesawat lagi dan pulang ke Aceh.  Namun petugas BNN sudah siap menangkap yang bersangkutan, ketika turun dari pesawat dan langsung diterbangkan ke Medan.

“Ketika akan diperiksa urine, Daus mengatakan tidak usah ditest, pasti positif karena setiap hari dia menggunakan sabu, terutama jika melaut,” Arman.

Menurut keterangan Daus, dia setidaknya telah emat kali mengantar sabu ke tengah laut dengan upah Rp80 juta. Dengan demikian terbukti bahwa Ibrahim alias Hongkong bukan hanya satu atau dua kali melakukan penyelundupan narkoba dari Malaysia, katanya.

Ibrahim alias Hongkong yang menjadi tersangka kasus narkoba saat ini mulai diusut ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dimana tim TPPU menggeledah rumah dan mencari aset milik tersangka di Aceh dan Langkat untuk disidik.

Terkait kemungkinan adanya aliran kasus narkoba ke partai Nasdem, BNN akan melakukan penelusuran. Sampai saat ini jumlah tersangka dari jaringan Ibrahim alias Hongkong sebanyak delapan orang.

 

(Red: Pendi, sumber ist)

Tinggalkan Balasan