BJPS Kekurangan Likuiditas, Butuh Rp 7,2 Triliun Untuk Menutupi Utang

0
47
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris. (Foto: Rmol)

 

Jakarta, NAWACITA– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih memerlukan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun untuk membayar utang yang akan jatuh tempo lima hari ke depan.

Direktur Utama BPJS  Kesehatan Fahmi Idris menyampaikan bahwa lembaga yang ia pimpin masih kekurangan anggaran. Dana sebesar Rp 4,9 triliun yang dicairkan Pemerintah dari APBN pada akhir september lalu digunakan untuk membayar tunggakan sebelumnya.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, utang jatuh tempo perusahaan per hari ini sebesar Rp 5,9 triliun. Sementara itu, dalam 5 hari ke depan akan ada utang jatuh tempo sebesar Rp 1,3 triliun.

“Jadi riil 5 hari ke depan butuh cash (tunai) Rp 7,2 triliun,” kata Fahmi dalam rapat dengan Komisi IX di Gedung Parlemen, Jakarta, Kemarin (29/10).

Saat ini kata dia, BPJS hanya memiliki anggaran sebesar Rp154 miliar yang berasal dari penerimaan dari iuran peserta ke kas perusahaan.

“Ini yang harus kita antisipasi bersama, agar tidak ada kegaduhan,” tegas Fahmi di depan anggota parlemen.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Keuangan sebelumnya telah mencairkan dana talangan untuk menutup defisit BPJS Kesehatan sebesar Rp 4,993 triliun.

Adapun BPJS Kesehatan dalam rapat kerja bersama dewan parlemen pada Senin (17/9) menyebut, defisit total tahun ini diperkirakan mencapai Rp 16,5 triliun.

 

 

(Red: Bee, sumber CNBC)

Tinggalkan Balasan