Bila Cinta Golkar, Idrus Marham Minta Kader Serahkan Dana Siluman ke KPK

0
110
Mantan Sekjen Golkar Idrus Marham menggunakan rompi orange KPK. (Foto: Ist)

Jakarta, NAWACITA– Idrus Marham mantan sekjen Partai Golkar mengimbau para kader Golkar mengembalikan uang yang diterima secara tidak sah kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Hal ini disampaikan Idrus Marham saat menjalani pemeriksaan digedung KPK terkait statusnya sebagai tersangka pada proyek pembangunan PLTU Riau 1.

“Kalau ada kader-kader Golkar yang memang mengambil uang, kembalikan. Ini kalau kita cinta Golkar,” kata Idrus di gedung KPK Jakarta, Jumat, (7/9).

Saat ini Idrus menjalani penahanan di rutan KPK atas dugaan penerimaan hadiah atau janji kepada anggota DPR terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau 1 (PLTU Mulut Tambang Riau 1) berkekuatan 2 x 300 mega watt di Provinsi Riau.

“Selaku mantan Sekjen yang cukup lama, saya mengimbau kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar, utamanya pada kader Golkar yang terkait dengan hukum, kalau memang kita cinta kepada Golkar, kita sayang kepada Golkar, ya mari kita berbuat untuk Golkar. Misalkan kalau memang tidak ada kaitan sama Golkar, ya jangan kita mengatakan ada kaitan dengan Golkar. Jangan jadi polemik, itu tidak bagus,” tambah Idrus.

Tersangka lain dalam kasus ini yaitu Wakil Ketua Komisi VII DPR dari fraksi Partai Golkar Eni Maulani sudah mengembalikan uang Rp500 juta pada 30 Agustus 2018. Eni juga beberapa kali mengatakan penerimaan uang itu terkait dengan dana musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Golkar sebesar Rp2 miliar.

Idrus mengkhawatirkan pemberitaan mengenai korupsi akan mempengaruhi suara Golkar dalam pilpres dan pileg 2019.

“Ini sudah menghadapi pemilu, jadi kalau kita sayang Golkar, dan kita ingin betul-betul Golkar maju, ya sudah jangan kaitkan dengan Golkar kalau tidak ada kaitannya,” ungkap Idrus.

Namun Idrus tidak menyebutkan apakah ada pengembalian uang dari Partai Golkar ke KPK.

“Saya tidak tahu (ada pengembalian uang), tanya dong pimpinan. Ini masih anggap saya (pimpinan Golkar), saya sudah bukan pimpinan. Hari ini saya diperiksa sebagai saksi terhadap saudari Eni Saragih dan saudara Kotjo, hanya melengkapi berkas yang sudah sebelumnya, jadi tidak banyak,” ungkap Idrus.

 

 

 

(Red: Juan, sumber Antara)

Tinggalkan Balasan