Jumat, 5 Juni 2026

Peserta P1 Program PPPK Guru Geruduk Kemendikbud Ristek, F- PKS Anggap Panselnas Tidak Profesional

Photo Author
sodikinapen, Nawacita Post
- Jumat, 10 Maret 2023 | 21:33 WIB

Jakarta, NAWA CITA, Post.com - Ratusan perwakilan peserta program PPPK Guru mendatangi Kemendikbud Ristek untuk menanyakan surat edaran yang menyatakan bahwa mereka gagal ditempatkan pada formasi penempatan guru di wilayah mereka masing - masing.

Peserta yang hadir dari sejumlah provinsi, meminta Panitia Seleksi Nasional ( Panselnas ) PPPK Guru untuk segera mencabut surat kepetusan yang menganulir penempatan mereka.
-


Sementara itu Dirjen GTK Prof . DR Nunuk Suryani, MPd mengatakan bahwa Panselnas akan berusaha untuk menempatkan P1 jika qouta di masing - masing Pemda tersedia.

" Kita ingin membantu tapi masalahnya ada pada qouta masing - masing Pemda, dan kita usahakan tahun 2023 lebih banyak qouta formasi yang dibuka," Kata Nunuk ( 10/03).

Sementara itu ketua "Forum Guru Prioritas satu bersatu", Dewi Nurpuspitasari mengatakan bahwa, sebelumnya mereka di nyatakan lulus dan mendapatkan penempatan, akan tetapi tiba tiba dibatalkan.

" Kami sudah mendapatkan notifikasi penempatan tapi beberapa dua hari sebelum pengumuman kami di gagalkan, apa penyebabnya? ini ada permainan apa," katanya.

Hal senada dikata oleh Ahmad Sodiq salah satu peserta aksi, dirinya menanyakan alasan mengapa penempatan 3034 peserta PPPK dibatalkan oleh Panselnas.

" Aneh ini Panselnas, dua hari akan ada nama sekolah dimana kita mengajar kok tiba -tiba di gagalkan hanya dengan surat keputusan, mereka tidak profesional, ' katanya.

Setelah melakukan orasi, para peserta aksi mendatangi gedung DPR RI dan di sambut oleh F- PKS di gedung Nusantara1, Sakinah Al- Jufri anggota komisi X F-PKS mengatakan bahwa PKS sangat menyesalkan pihak Panselnas, beliau mengatakan, Panselnas sangat tidak profesional dan sangat merugikan para peserta Program PPPK tersebut.

" Kami akan berusaha memanggil pihak kementrian Pendidikan, Panselnas untuk memberikan keteranganya perihal masalah tersebut atau kita akan ambil jalur hukum, " geramnya.

Sakinah pun menambahkan, bahwa program pemenuhan sejuta guru melalui PPPK sampai saat ini lambat perekruitmenya, indikasi ini bisa dilihat dari hanya 30 persen terserap untuk calon guru program PPPK.

" Sudah dua tahun tapi baru menghasilkan kinerja penyerapan 30 persen inikan lambat sekali, jangan sampai program PPPK justru merugikan guru," tambahnya.

" Setelah reses kami akan panggil Kemendiknas untuk menyelesaikan keluhan calon guru PPPK," tambahnya.

Perlu diketahui hampir 3034 peserta PPPK yang sudah mendaptkan penempatan dan tinggal menunggu nama sekolah tempatnya mengajar, tiba - tiba Panselnas mengggalkanya dengan alasan perangkingan dan dugaan peserta tidak aktif mengajar atau meninggal dunia.

Para peserta yang hadir dari beberapa provinsi tersebut menintut Panselnas untuk menempatkan mereka dan meng SK- kanya.

" Segera SK kan kami sebab kami sudah mendapatkan penempatan dan hanya menunggu nama sekolah, kami ingin keadilan," kata salah satu peserta audensi dari Sumatra Barat.

 

 

Editor: sodikinapen

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini