Berikut Barang Sitaan KPK dari Tersangka Kasus Suap Bupati Bekasi dan Lippo Group

0
67
Rumah Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin

 

Jakarta,NAWACITA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)mengamankan sejumlah  mata uang luar negeri dari penggeladahan rumah Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Sekitar Rp100 juta dalam bentuk Yuan China dan Rupiah dibawa KPK sebagai bagian dari penyidikan tersangka Neneng dalam pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

“Barang bukti yang dibawa dari penggeledahan rumah Neneng, ditemukan uang sebesar Rp100 juta dalam bentuk mata uang Yuan dan Rupiah,” kata Febri Diansyah Juru Bicara KPK, Kamis, (18/10).

Sejak dilakukan penetapan tersangka, KPK telah melakukan penggeladahan di 10 lokasi hingga hari ini.

“Penyidik melakukan penggeladahan secara bertahap, dimulai pada rabu 5 lokasi dan berlanjut 5 lokasi hingga kamis pagi. Lokasinya di Bekasi dan Tangera baik rumah pribadi maupun tempat kerjanya para tersangka, “tuturnya.

Lima tempat itu antara lain apartemen Trivium Terrace, rumah petinggi Lippo Group James Riady, kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi.

Sebelumnya, KPK pada Rabu (17/10) juga menggeledah di lima lokasi, yaitu kantor Bupati Bekasi, rumah pribadi Bupati Bekasi, kantor Lippo Group di gedung Matahari Tower Tangerang, rumah tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, dan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi.

“Sejauh ini disita dokumen terkait perizinan oleh Lippo ke Pemkab, catatan keuangan, dan barang bukti elektronik seperti komputer dan lain-lain,” ungkap Febri.

 

 

 

(Red: Faiz, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan